SENIN , 10 DESEMBER 2018

Bahas Kanker, Ini Harapan Koalisi Perempuan ke IYL-Cakka

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 18 Februari 2018 22:32
Bahas Kanker, Ini Harapan Koalisi Perempuan ke IYL-Cakka

IST

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Posko pemenangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) “Rumah Kita” di Jalan Hertasning, didatangi puluhan aktivis NGO dan aktivis perempuan Sulsel.

Kedatangan para aktivis yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Indonesia Sulsel, guna berdialog sekaligus mendengarkan langsung pemaparan IYL-Cakka tentang pemberdayaan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

Sebelum mendengar pemaparan IYL-Cakka, terlebih dahulu koalisi perempuan ini memberi kesempatan ke tiga perwakilan untuk menyampaikan aspirasi. Mereka adalah perwakilan koalisi perempuan, pendampingan anak, serta aktivis pemberdayaan penyandang disabilitas.

Di depan IYL dan Cakka, perwakilan koalisi perempuan, Lusi Palulungan menyinggung soal penanganan penyakit kanker, khususnya kepada ibu rumah tangga, dan perempuan pada umumnya.

Alasannya, ibu rumah tangga yang terjangkit kanker serviks serta kanker payudara, angkanya tergolong tinggi. Sehingga, perlu ada perhatian khusus pemerintah, khususnya gubernur dan wakil gubernur terpilih.

“Ini harus mendapat perhatian serius. Kami menaruh harapan, kiranya penanganan dan antisipasinya itu juga dimasukkan dalam visi-misi kandidat,” terang Lusi saat menyampaikan aspirasi koalisi perempuan, Minggu (18/2/2018).

Ia meyakini, IYL dan Cakka tak akan memandang sebelah mata persoalan tersebut. Termasuk soal pemberdayaan perempuan di semua sendi.

Selain menyinggung soal kanker, perwakilan koalisi lainnya, seperti Direktur Perlundungan Anak Sulsel, Fadiah, juga meminta kepada pasangan nomor urut 4 tersebut, agar pembangunan di Sulsel manfaat dan keberpihakannya ke anak bisa terasa.

Sementara Aktivis Penyandang Disabilitas, Maria, meminta ada perhatian khusus IYL-Cakka nantinya, terutama terkait anak berkubutuhan khusus.

Mengingat, anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas harus mendapat perlakuan tersendiri di sekolah. Seperti tenaga pendidik atau pengajarnya yang kualitasnya memadai. (*)


div>