SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Bahaya, Ada Yang Benturkan Masyarakat Bone-Gowa!

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 03 September 2012 12:23
Bahaya, Ada Yang Benturkan Masyarakat Bone-Gowa!

int

Adi Suryadi: Ada Agenda Politik Dibelakangnya

Andi Kumala: Itu Tembok Areal Parkir

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Situasi pemilihan Gubernur Sulsel Januari 2013 mendatang,  semakin memanas. Ini terlihat dari isu bohong yang berkembang di daerah Bone kalau makam Raja Bone, Arung Palakka, dibongkar oleh masyarakat Gowa.

Isu menyesatkan yang sangat berbahaya itu, beredar baik lewat SMS maupun diskusi di sejumlah kafe di Bone yang tentu saja ingin membenturkan masyarakat Bone-Gowa yang selama ini sangat akur.

Pengamat politik dari Unhas, Adi Suryadi Culla, mengatakan, isu yang

berkembang di Bone, memiliki agenda politik tertentu. Tanpa

disadari, itu akan membenturkan masyarakat Bone-Gowa. Ini bisa dicegah, kata dia, dengan membuka fakta yang sebenarnya bahwa yang dibongkar itu bukan makam Raja Bone, tapi pagar halaman areal makam raja Bone.

“Sebaiknya, memang difoto pagar yang dibongkar oleh masyarakat itu agar diketahui dengan jelas bahwa yang dibongkar itu bukan makam Raja Bone. Ini juga sekaligus membantah isu-isu yang berkembang di masyarakat Bone,’’ ujarnya kepada Rakyat Sulsel, Minggu (2/8).

Seperti diketahui, salah satu media cetak di daerah ini menulis puluhan warga Kelurahan Katangka Kecamatan Sombaopu, membongkar tembok kompleks makam Arung Palakka, Kamis (30/8). Tembok makam setinggi 1,5 meter itu dibongkar karena menutup akses jalan ke pemukiman mereka

yang dihuni kurang lebih 300 orang.

Lebih jauh dikatakan Culla, agenda-agenda tersembunyi seperti ini gampang dipatahkan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa orang Gowa tidak mungkin melakukan pembongkaran makam Raja Bone. Karena, memang,

masyarakat Gowa menaruh hormat terhadap makam Arung

Palakka dan makam-makam lainnya yang ada di dalamnya.

Dia menambahkan, ini juga bisa dilihat, dari kebijakan Pemkab Gowa yang telah mengembangkan objek wisata makam raja-raja di daerah ini, termasuk makam Raja Arung Palakka. Karena itu, kalau ada isu yang mengatakan bahwa makam itu dibongkar adalah sesuatu yang sangat keliru dan tendensius.

Kadis Pariwasata Pemkab Gowa, Andi Rimba Alam, menjelaskan, kalau Bupati Gowa, H. Ichsan Yasin Limpo, telah memprogramkan untuk membuat jembatan penghubung (jembatan gantung, Red) antara makam Sultan Hasanuddin dengan makam Arung Palakka.

“Ini menunjukkan bahwa Pemkab Gowa ingin menyatukan emosi masyarakat Gowa dan Bone,” ujarnya.

Camat Somba Opu, Andi Kumala Andi Idjo, juga membantah keras kalau pembongkaran yang dilakukan masyarakat Katangka adalah makam Arung Palakka. Padahal, kata dia, yang dibongkar itu adalah tembok areal halaman parkir yang selama ini menjadi akses jalan masyarakat yang tinggal di belakang makam-makam Raja Bone ini.

Sebelumnya, memang, telah dilakukan pembicaraan dengan pihak BP3 dengan masyarakat setempat, agar disediakan akses jalan masuk ke pemukiman. “Tapi, saya tidak tahu mengapa tiba-tiba Badan Pelestarian Peninggalan

Purbakala (BP3) membuat tembok halaman dan menutup jalan akses

masyarakat,” katanya.

Sementara itu,  Anggota DPRD Bone, Andi Darwis A Massalinri, mengimbau masyarakat Bone untuk tidak mudah terpancing dengan isu murahan kalau telah terjadi pembongkaran makam Raja Bone, Arung Palakka.

“Jangan terprovokasi-lah dengan isu seperti itu,” imbuhnya. (as/D)


Tag
div>