KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Bahaya Flakka

Reporter:

Editor:

Lukman

Sabtu , 16 September 2017 20:37
Bahaya Flakka

Haidar Majid

KITA selalu dikejutkan dengan berbagai berita penyalahgunaan obat-obat terlarang. Belum usai kisah yang satu, datang lagi kisah yang lain. Belum tuntas masalah yang satu, datang lagi masalah lain. Begitu seterusnya, mengalir seperti air bah yang siap menerjang siapa saja, jika tak awas, jika tak waspada, jika lengah dan luput proteksi.

Terakhir, kita terperangah mendengar, membaca dan melihat berita tentang puluhan remaja di Kendari yang mengalami “kejang-kejang”, tak sadarkan diri akibat mengkonsumsi obat-obatan, dimana sebagian orang yang melihatnya, berkesimpulan mirip dengan efek yang ditimbulkan oleh “flakka”. Sebuah jenis obat terlarang yang terbilang baru yang menyeramkan bahkan mematikan.

Tentu tak penting lagi memperdebatkan, apakah kejadian yang menimpa remaja dan anak di Kendari itu karena mengkonsumsi flakka atau obat terlarang lainnya. Satu hal yang pasti, “bahaya” sudah ada di depan mata kita, di halaman rumah kita. Apa yang selama ini hanya bisa kita saksikan melalui tayangan YouTube, dimana ada orang di luar negeri yang tiba-tiba menjelma mengikuti perangai Zombi, sudah di depan mata.

Mengerikan, sungguh-sungguh mengerikan. Bahkan membayangkannya saja, sudah sangat mengerikan. Bayangkan, ada orang tak sadarkan diri di tengah jalan, akibat efek halusinasi yang ditimbulkan oleh flakka. Bergaya mirip Zombi, membolak-balik dan menghempaskan tubuhnya ke benda apa saja yang ada di sekitarnya. Sebuah kejadian yang bisa mencelakai dirinya, juga orang lain.

Belum lagi jika kejadian ini ditarik pada perpekstif masa depan pengguna. Konon, efek yang ditimbulkan oleh flakka, mengalahkan efek yang ditimbulkan oleh jenis obat-obat terlarang lainnya. Langsung menyerang otak, pengguna bertingkah aneh, bisa gila dan kehilangan nyawa. Pengguna akan kehilangan masa depan, akan kehilangan segala-galanya. Sungguh amat sangat mengilukan, juga amat sangat memilukan.

Kengerian berikutnya, konon salah satu yang menjadi daya tarik flakka karena harganya yang terbilang murah, antara 3 sampai 5 dollar, yang bila di rupiahkan, kurang lebih sekitar 60.000an. Dengan begitu, flakka akan mudah ‘diakses’, meski dengan duit yang pas-pasan. Dan dengan angka seperti itu, hampir pasti bisa terjangkau oleh semua kalangan. Ini peringatan serius.

Dan hanya dengan uang 60.000 rupiah, seseorang telah mampu ‘mengirim’ dirinya ke rumah sakit jiwa, bahkan mungkin ke kuburan. Sungguh peredaran “hantu” yang bernama flakka, benar-benar mengerikan. Harus segera ada langkah protektif, baik dalam skala kecil, seperti keluarga, maupun dalam skala yang lebih luas, negara. Kita tidak bisa diam, tidak bisa lengah. Generasi kita sedang terancam.

Tidak bisa lagi urusan flakka ini hanya dibebankan kepada institusi tertentu. Semua kita punya tanggunjawab yang sama, menyelamatkan generasi, menyelamatkan negara dari ancaman “kegilaan dan kematian”. Kita harus bahu-membahu, menjaga generasi dan menjaga wilayah, agar serangan flakka tidak sampai masuk, tidak sampai menggerogoti suasana hidup tenteram yang telah kita rasakan selama ini.


Tag
  • Haidar Majid
  •  
    div>