SENIN , 18 DESEMBER 2017

Bahaya! Hampir Separuh Netizen Umbar Data Pribadi ke Medsos

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Rabu , 07 Juni 2017 03:45
Bahaya! Hampir Separuh Netizen Umbar Data Pribadi ke Medsos

int

RAKYATSULSEL.COM– Media sosial mengubah segala kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi momen boleh saja, asal jangan sampai berbagi data-data pribadi di media sosial. Penelitian Kaspersky Lab mengungkapkan, mayoritas pengguna 93 persen berbagi informasi secara digital, dan hampir separuh atau 44 persen pengguna internet, menjadikan data milik mereka dapat diakses publik. Dampaknya, begitu data pribadi masuk ke ranah publik, maka data tersebut dapat dibagikan secara luas bahkan melampaui kendali pemiliknya.

Berdasarkan penelitian, dari 93 persen pengguna, sebanyak 70 persen berbagi foto serta video anak-anak mereka. Kemudian, 45 persen berbagi video serta foto-foto pribadi yang sensitif kepada orang lain.

“Kebiasaan ini bahkan lebih buruk lagi terutama di kalangan anak muda, di mana sejumlah besar informasi pribadi milik mereka dapat dengan mudah diakses oleh orang asing,” kata Head of Consumer Business di Kaspersky Lab, Andrei Mochola, dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/6).

Satu dari lima pengguna internet mengakui bahwa mereka berbagi data-data sensitif dengan orang yang tidak mereka kenal baik, dan dengan orang asing. Sehingga membatasi kemampuan mereka dalam mengendalikan bagaimana data sensitif mereka digunakan.

Hal ini berarti, pengguna mengekspos diri mereka kepada potensi pencurian identitas. Selain itu, adanya potensi serangan finansial dengan membagikan rincian keuangan dan pembayaran 37 persen, pemindaian paspor, surat ijin mengemudi dan dokumen pribadi lainnya 41 persen atau kata sandi 30 persen.

Temuan ini merupakan bagian dari laporan Kaspersky Lab yang mengulas kebiasaan berbagi data para pengguna internet. Penelitian tersebut menemukan bahwa pengguna internet tidak hanya berbagi data, mereka juga berbagi perangkat untuk menyimpan data-data berharga milik mereka.

Sebenarnya, satu dari sepuluh atau 10 persen pengguna bahkan membagikan PIN untuk mengakses perangkat mereka dengan orang asing. Satu dari lima atau 22 persen pengguna membiarkan perangkat mereka tidak terkunci dan tidak diawasi ketika berada di tengah sekelompok orang. Selanjutnya, hampir seperempat atau 23 persen pengguna memberikan perangkat mereka kepada orang lain untuk digunakan selama beberapa waktu.

“Berbagi data pribadi dengan orang lain dan perusahaan merupakan kebiasaan yang sangat berbahaya jika terus dibiarkan,” tukas Andrei. (cr1/JPG)


div>