KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Bahrum Daido Kunjungi Pembangunan Rusun Ponpes Bajo

Reporter:

Jepi

Editor:

Lukman

Minggu , 27 Mei 2018 15:00
Bahrum Daido Kunjungi Pembangunan Rusun Ponpes Bajo

Anggota DPR RI, Dr H Bahrum Daido, saat mengunjungi Pondok Pesantrin (Ponpes) Babussa'dah Bajo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sabtu, (26/5).

BELOPA, RAKYATSULSEL.COM – Anggota DPR RI, Dr H Bahrum Daido, mengunjungi Pondok Pesantrin (Ponpes) Babussa’dah Bajo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sabtu, (26/5).

Kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI asal Partai Demokrat Daerah Pemilihan Sulsel III untuk melihat pelaksanaan pembangunan proyek rumah susun tiga lantai sekaligus buka puasa bersama dengan santri.

Pembangunan rumah susun ini merupakan aspirasi Bahrum Daido melalui Kementerian PU PERA, Direktorat Penyedia Perumahan dengan biaya sekitar Rp 7 M lebih tahun anggaran 2018.

Bahrum Daido usai acara kepada media mengungkapkan dirinya akan berupaya semaksimal mungkin akan menjadikan Ponpes Babussa’dah Bajo ini sebagai icon percontohan Ponpes di Kabupaten Luwu.

Dimana dirinya berharap kedepan Ponpes ini menjadi pusat pendidikan dan pengembangan mutu, bakat satri, utamanya ahlak.

Sehingga, lanjut mantan Bupati Luwu ini, Ponpes Babussa’dah Bajo kedepan mampu dan hadir dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan ahlak utamanya generasi muda dalam mengisi dan membangun negeri ini.

Pimpinan Pompes Babussa’dah Bajo, Drs Haidir Sangaji dikonfirmasi pada kesempatan itu mengaku bersyukur atas adanya bantuan ini. Dimana bantuan rusun ini memang sudah lama diharapkan.

Kendati demikian, Haidir berharap, kiranya bantuan ini berkelanjutan, bukan hanya bantuan bangunan, tetapi juga sarana pendukung lainnya seperti meubiler. Dalam sarana lain dalam rangka peningkatan mutu santri seperti komputer dan lainnya.

Rencana bangunan Rusun itu adalah untuk dijadikan sebagai asrama putra. Yang saat ini santrinya mencapai putra 360 orang, putri 260. Jumlah ini merupakan santri yang tinggal di Pondok.

Selain siswa yang tinggal di Pondok, juga ada banyak siswanya yang tidak tinggal di Pondok. “Mereka adalah siswa yang tinggalnya di sekitar kompleks Ponpes,” jelas Haidir. (*)


div>