JUMAT , 22 JUNI 2018

Bakar Ibu Tiri, Jukir di Makassar Terancam Penjara Seumur Hidup

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 12 Juni 2017 12:51
Bakar Ibu Tiri, Jukir di Makassar Terancam Penjara Seumur Hidup

Ilustrasi. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ipul (22) tersangka kasus pembakaran terhadap keluarganya sendiri terancam hukuman penjara seumur hidup. Ia dijerat pasal 187 tentang pembakaran dan 338 tentang pembunuhan.

“Dia dijerat pasal 187 dengan sengaja membakar seseorang dan 338 tentang pembunuhan. Karena tiga orang yang dibakar, ada yang meninggal dunia. Ancaman hukuman 15 tahun penjara hingga seumur hidup,” ujar Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Reskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Tri Hambodo, Minggu (11/6).

Kini Ipul yang bekerja sebagai juru parkir ini mendekam di sel Polrestabes Makassar. Ipul sebelumnya sempat melarikan diri setelah membakar ibu tirinya, Sania (45), adiknya, Rana alias Ecce (7), dan ayah Sania, Sattu (60).

Namun setelah mendapat kabar ibu tirinya telah meninggal, Ipul pun lalu menyerahkan diri ke Polsekta Mariso.

Tri menjelaskan, Ipul tega membakar keluarganya lantaran kesal karena motor miliknya tidak berfungsi. “Pada saat menyalakan motor, ia jengkel karena tidak bisa menyala disaat itu, ia menuduh bahwa motornya tidak bisa menyala gara-gara salag satu orang dalam rumahnya,” jelas Tri Hambodo.

Ia melanjutkan bahwa kejengkelan pelaku memuncak ketika ia meminta uang untuk memperbaiki motornya, namun tidak dipenuhi oleh ayah dan ibu tirinya, setelah itu ia kabur dan bersembunyi di daerah Gowa sebelum akhirnya menyerahkan diri.

“Waktu dia minta uang, dia tidak dikasi, nah dia jengkel lalu ambil bensin dan langsung membakar orang tua dan adiknya tersebut,” kata Tri Hambodo.

Sebelumnya, peristiwa pembakaran tersebut terjadi ketika Ipul sedang memperbaiki motornya yang sedang rusak. Sedangkan, Sania (ibu tirinya), Rana alias Acce (adik sebapak), dan Sattu (ayah dari ibu tirinya) sedang tertidur di dalam rumahnya di Jalan Seroja, lorong 3, Kecamatan Mariso, Makassar.

Saat itu, Ipul menyiram bensin ke dalam rumah dan menyulutnya dengan api. Ketiga keluarganya yang sedang tertidur pun langsung ikut terbakar.

[NEXT-RASUL]

Warga yang mendengar teriakan minta tolong bergegas datang. Warga yang tiba di lokasi kejadian yang melihat api membakar tiga orang korban dan bagian ruang tamu beserta perabotnya.

Warga pun langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Sehingga, api tidak menjalar ke rumah-rumah warga yang padat penduduk.

Sementara itu, Rana alias Acce (adik sebapak), dan Sattu (ayah dari ibu tirinya) saat ini masih menjalani perawatan intensif dan dirujuk di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. (mg04/C)


div>