JUMAT , 23 FEBRUARI 2018

Bandar Narkoba Wajo Tewas Kena Timah Panas

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 13 Juni 2017 19:01
Bandar Narkoba Wajo Tewas Kena Timah Panas

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. foto: jpg

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Wajo Makassar akhirnya mengambil tindakan tegas dengan memberikan timah panas terhadap bandar narkoba bernama Muh Tang alias Wis alias Tangki yang merupakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2016 lalu, akhirnya tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Lamadukelleng, Selasa (13/6) dini hari tadi.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, tersangka tewas setelah di hadiahi timah panas lantaran saat dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan dalam pengembangan terhadap jaringan pengedar narkoba lainnya bernama Adu’.

“Tersangka diciduk Satres Narkoba Polres Wajo, di Jalan Sulawesi, Kabupaten Wajo, Senin (12/6/17) malam dan berhasil diamankan barang bukti berupa 10 saset jenis sabu atau sekitar 11 gram sabu,” ujar Dicky Sondani.

“Setelah dilakukan pengembangan terhadap jaringan pengedar narkoba lainnya, pelaku berusaha melarikan diri sehingga aparat melakukan tindakan tegas, karena tersangka tidak mengindahkan tembakan peringatan yang kita keluarkan,” tambahnya

Sementara itu, Kapolres Wajo, AKBP Novian Tursanurohmad mengatakan bahwa tersangka tangki saat melakukan aksinya menjual narkoba, dia menggunakan anak di bawah umur untuk menjadi kurir.

“Tersangka ini tinggal di pemukiman padat penduduk, dan modus tersangka ini dia menggunakan kurir anak dibawah umur yang tidak lain adalah tetangganya sendiri,” tuturnya.

Tercatat sudah ada 4 anak dibawah umur yang berhasil diringkus Polres Wajo lantaran menjadi kurir pengedar narkoba.

[NEXT-RASUL]

“Tahun 2016, ada satu laporan polisi kita tangani dan menunjuk kepada tersangka. Kemudian tahun 2017 masih ada lagi yang kita tangkap kurirnya dan lagi-lagi menunjuk kepada tersangka. Sampai saat ini sudah ada empat anak yang kita tahan atas kasus yang sama. Tapi tidak menutup kemungkinan masih ada anak lainnya yang sempat dijadikan kurir oleh tersangka,” beber Novan

Meski bukan resedivis, kata Novan, tersangka terbilang licin dalam menjalankan bisnisnya. karena sejak bergelut di bisnis haram sejak dua tiga tahun yang lalu. Tersangka berhasil menjual barang tersebut di wilayah Kabupaten Wajo sebanyak 5 bakal atau berkisar 200 gram sabu selama sebulan.

Bahkan, dari ratusan gram yang dijual, tersangka sudah menjual sasetan sabu dengan harga Rp 50 ribu kebeberapa anak sekolah di Wajo dan berhasil meraup keuntungan sebesar 200 juta sebulan.


div>