SENIN , 22 OKTOBER 2018

Bandara Sultan Hasanuddin Hadirkan Psikolog untuk Pengungsi

Reporter:

Nhera

Editor:

Iskanto

Senin , 08 Oktober 2018 18:30
Bandara Sultan Hasanuddin Hadirkan Psikolog untuk Pengungsi

Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menghadirkan Tim Psikolog untuk para pengungsi di posko pelayanan dan bantuan.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Posko pelayanan dan bantuan gempa serta tsunami Palu dan Donggala telah dibuka sejak tanggal 29 September 2018 oleh Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Bencana gempa dan tsunami memang memberikan duka yang mendalam bagi korban. Bagi pengungsi yang selamat, kejadian yang mereka alami mungkin akan berdampak pada psikologi mereka terutama anak – anak. Untuk itu, Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menghadirkan Tim Psikolog untuk para pengungsi di posko pelayanan dan bantuan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Wahyudi, menyampaikan, para pengungsi ini mengalami kejadian yang bisa menimbulkan trauma. Sehingga pihaknya berinisiatif mencari bantuan ahli, yaitu melalui Ikatan Psikolog Klinis, untuk membantu kondisi psikologis mereka.

“Kurang lebih 1621 pengungsi telah mendapatkan pelayanan dan penanganan melalui posko tersebut, hingga saat ini pengungsi masih terus berdatangan,” ungkapnya, Senin (8/10).

Tim Psikolog yang merupakan Ikatan Psikolog klinis Sulawesi Selatan mengerahkan 12 orang yang terdiri dari 10 relawan mahasiswa dan 2 psikolog. Mereka akan melakukan assesment terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi psikologis pengungsi.

Selanjutnya mereka akan memberikan beberapa kegiatan kepada pengungsi. Kegiatan tersebut masuk ke dalam program Pengalihan Aktifitas, Support Group, Psikoedukasi dan Terapi.

“Pengungsi di sini merupakan pengungsi sementara, jadi tim psikolog akan menerapkan metode sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Putera selaku penangungjawab Tim psikolog.

Ia memberikan contoh, mereka akan melakukan assesment kepada anak kecil, jika anak tersebut trauma akan suatu hal pasca musibah gempa maka Psikolog akan memberi saran kepada orangtuanya tentang apa yang sebaiknya orang tua lakukan agar trauma tersebut tidak berdampak berkepanjangan.

“Kegiatan bantuan psikologis ini direncanakan akan berlangsung sampai Posko Pelayanan dan Bantuan berakhir,” imbuhnya.

Selain mendirikan posko, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin telah mengirimkan 2 (dua) kloter Tim Relawan Tanggap Darurat ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk menyalurkan bantuan korban gempa dan tsunami sekaligus membantu agar Bandara Mutiara Sis Al Jufri dapat beroperasi kembali. (*)


div>