SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Bandel, Mantan Pejabat di Takalar Tak Mau Kembalikan Kendaraan Dinas

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 05 Februari 2018 20:15
Bandel, Mantan Pejabat di Takalar Tak Mau Kembalikan Kendaraan Dinas

Kendaraan dinas yang dikuasai mantan pejabat di Takalar masih berkeliaran.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Sudah hampir dua pekan operasi penertiban kendaraan Dinas (Randis) berjalan. Terhitung sejak tanggal 25 Januari lalu, Sekda Takalar H Nirwan Nasrullah, mengeluarkan surat perintah penarikan, namun penertiban randis tersebut masih belum juga terselesaikan.

Menurut Kasat Satpol PP Kabupaten Takalar, Muh Asdar, demi tercapainya upaya penertiban randis dapat berjalan dengan baik, maka diminta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Takalar, ikut bertaggungjawab dan harus bersikap tegas soal masih banyaknya kendaraan dinas yang hingga saat ini masih berkeliaran di luar.

“Masih banyak kendaraan dinas operasional Pemkab yang seharusnya disimpan dan diamankan di Sekretariat Pemda, namun hingga kini masih banyak Randis yang berkeliaran di luar sana, dan itu menjadi tanggungjawab Kepala OPD masing-masing untuk menertibkan itu,” ungkap Kasat Pol PP Muh. Asdar, Senin (5/2)

Penggunaan Randis di luar keperluan Dinas merupakan suatu pelanggaran terhadap peraturan penyalahgunaan wewenang sehingga mengakibatkan pemborosan keuangan Negara. Pemerintah Kabupaten Takalar terus berupaya menarik paksa puluhan kendaraan Dinas yang belum dikembalikan sejumlah mantan pejabat.

Ini dilakukan, lanjut Muh. Asdar, berdasarkan dengan sesuai surat edaran yang dikeluarkan oleh Sekda. Pihaknya pun akan menarik paksa puluhan kendaraan Dinas, baik roda dua maupun roda empat karena pengguna randis memang sudah tidak berhak menggunakan randis tersebut.

Diketahui saat ini randis masih ada 84 unit roda dua dan 14 unit roda empat yang belum dikembalikan mantan pejabat dan non pejabat dan terkesan ingin dimiliki.

“Sebenarnya kami sudah lama menunggu itikad baik dari pihak yang menggunakan randis, bahkan ini telah berulangkali dikirimkan surat pemberitahuan agar kendaraan itu dikembalikan, namun hingga saat ini belum juga dikembalikan, sehingga kami akan melakukan penarikan paksa, sudah solusi terakhir, mohon masing-masing kepala OPD untuk bekerjasama demi tertibnya randis kita,” tegas Muh Asdar. (*)

 


div>