RABU , 21 NOVEMBER 2018

Banggar DPRD Sulsel Warning KPU

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 06 Juni 2018 11:15
Banggar DPRD Sulsel Warning KPU

Fachruddin Rangga (ist)

* Untuk Lakukan Penghematan Anggaran

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Anggara (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel masih ngotot untuk mengurangi anggaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan berlangsung 27 Juni mendatang. Padahal pencoblosan menyisahkan tiga pekan lagi.

Keinginan Banggar DPRD Sulsel dikarenakan rasionalisasi yang sebelumnya dimasukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, selaku penguasa anggaran hanya Rp 22 miliar. Namun itu dianggap masih sedikit, apalagi KPU awalnya memperkirakan ada 6 kandidat calon gubernur tapi jadinya hanya 4 pasangan calon.
Ketua Banggar DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga mengatakan saat ini Banggar DPRD Sulsel belum melakukan pemanggilan kepada KPU Sulsel.

“Kita tetap akan melakukan rapat dengan komisoner baru. Namun ada yang lebih medesak adalah pertanggunjawaban realisasi anggara tahun 2017 sehingga tidak ada waktu,” kata Fachruddin Rangga ketika ditemui di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Senin (5/6).

Politisi Golkar ini mengaku diintenal Banggar telah melakukan rapat sehingga anggaran yang diingikan awalnya sekirat Rp 50 miliar tersebut masih bisa bertambah. Ia juga mengaku, pihaknya tidak mematok berapa jumlah harus dikebalikan oleh KPU Sulsel setelah pelaksaan Pilkada selesai.

“Rapat internal sudah kita lakukan, dengan mengeluarkan pendapat dengan nilai Rp 22 miliar, masih sangat kecil karena angka itu hanya asumsi. Dan kita juga tidak mau menyebut angka karena kita tidak mau terjebak dengan nilai tersebut. Buka hanya Rp 50 miliar namun bisa lebih,” ungkapnya.

Ia menjelaskan adanya keinginan Banggar agar KPU Sulsel tidak melakukan pemborosan pada Pilkada. Karena, kata dia, begitu banyak yang harus dirasionalisasi, selain pengurangan kandidat gubernur dari enam menjadi empat juga jumlah pemilih dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) berkurang.

“Kita berpegangan dengan jumlah TPS, jumlah pemilih yang berkurang hampir satu juta,” ujarnya.

Untuk itu, kata Fachruddin Rangga, pihaknya hanya memperingatan agar tidak melakukan penggunaan anggaran seenaknya. “Kita mau meningatkan dan ini tidak berjalan panjang, silahkan saja, kita memerikan rambu-rambu agar tidak seenaknya menggunakan anggaran dan harus ada penghematan,” jelasnya.

Menurutnya putusan Banggar saat ini sudah final dan sudah menjadi keputusan. “Ini sudah keputusan Banggar. Persoalan dijankan atau tidak, Banggar memiliki alasan kita sudah mengeluarkan maklumat untuk memberikan peringatan,” ucapnya.

Ia kemudian memberikan contoh pada saat melakukan kunjungan ke Jawa Timur dimana anggara Pilkada di Jawa Timur tidak begitu tinggi dibanding Sulsel yang menggukan anggar Rp 456 miliar dengan jumlah pemilih sekirat 6 jutaan.

“Kita telah melakukan kunjungan di Jawa Timur, pemilih yang jauh lebih tinggi dibanding Sulsel. Jawa Timur pemilihnya 32 Juta lebih dan dia hanya menggunakan Rp 817 miliar,” pungkasnya. (*)


div>