JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 29 Februari 2016 17:45
Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga

int

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Sekitar seribuan rumah di beberapa desa di lima kecamatan hingga saat ini masih terendam Banjir. Hal tersebut terjadi karena hujan yang terjadi terus menerus serta tanggul pembatas antara sungai rongkong dengan permukiman warga di beberapa titik belum juga dibenahi, sehingga luapan air masih menggenangi rumah serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Menurut data dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, banjir masih merendam sekitar seribuan rumah warga di lima kecamatan. Bahkan sejumlah akses jalan antar desa juga masih terendam, sehingga mengakibatkan aktivitas warga masih lumpuh.

“Hingga saat ini tidak ada pengungsi, warga masih tetap bertahan dirumahnya atau kerumah tetangga. Kemarin memang tinggi air mencapai 1 meter namun untuk saat ini air sudah mulai surut. Hanya saja jika kembali turun hujan dengan jumlah debet air yang cukup besar, bisa dipastikan air akan kembali meluap dan menggenangi rumah warga kembali,” ujar Kepala BPBD Lutra, Andi Eviana.

Tercatat di BPBD, Banjir tersebut menggenangi 5 kecamatan yang terdiri dari 12 desa. Untuk saat ini pemerintah Luwu Utara telah menyalurkan bantuan melalui BPBD berupa bantuan logistik. Yakni sembako berupa indomie, kopi, teh, gula, susu, ikan kaleng, minyak goreng. “Mulai kemarin hingga saat ini kita menyalurkan bantuan berupa sembako. Untuk hari sementara kita salurkan ke Desa limbong wara, Desa Wara, Ldongi, Mario, Polewali,” jelas Andi Eviana.

Pihak BPBD berharap SKPD teknis bersama dengan BPBD untuk melakukan assesment, agar dalam pennanganan dan mengatasi banjir dapat dilakukan bersama. “Ini terkait siapa melakukan apa. Karena untuk saat ini kami sudah melakukan koordinasi ke Dinas PU mengenai perbaikan tanggul yang jebol. Secara teknis kami akan siapkan solarnya dan PU yang akan menyiapkan eskapator untuk memperbiki tanggul yang jebol tersebut,” ungkap Andi Eviana.

Andi Eviana juga menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa terus waspada karena menurut informasi dari BMKG bahwa kemungkinan hujan masih akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan. Selain itu diharapkan juga kepada pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa melakukan aktifasi bersih desa dan pembenahan saluran air di wilayah masing-masing.

Sementara itu Kepala Desa Girikusuma Syamsinar, yang dikonfirmasi mengatakan bahwa sekitar 300 rumah warga di desanya masih terendam banjir setinggi kurang lebih enam puluh senti bahkan ada yang mencapai satu meter. “Jika banjir terus berlanjut maka sejumlah warga terpaksa mengungsi karena terancam aliran sungai,” tandasnya.


div>