RABU , 17 OKTOBER 2018

Banjir Terjang 4 Kecamatan di Lutra

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 28 April 2016 19:48
Banjir Terjang 4 Kecamatan di Lutra

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat meninjau langsung lokasi banjir, Kamis (28/4). foto: rizal muthahhari/rakyatsulsel.

LUWUUTARA, RAKYATSULSEL.COM – Banjir kembali melanda sebagian besar desa yang ada di Kecamatan Baebunta dan Malangke Barat, Luwu Utara. Banjir tersebut merupakan yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir.

Diperkirakan banjir terjadi akibat hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Luwu Utara selama sepekan terakhir. Puluhan ribu hektare lahan pertanian terendam air, ribuan pemukiman penduduk juga terendam, dan fasilitas umum juga rusak akibat banjir.

Meski air masih tinggi, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani didampingi Kepala BPBD Andi Eviana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Muhtar Jaya, dan Kepala Dinas Perhubungan Jumail Mappile, harus menembus derasnya air yang masih menggenangi jalan dan pemukiman warga.

Peninjauan ini dilakukan dalam rangka untuk melihat kondisi dan melakukan assessment untuk nantinya dilaporkan ke pemerintah provinsi dan pusat, yang selanjutnya akan meminta bantuan bagi para korban banjir tersebut.

“Dari peninjauan ini akan dijadikan data atau bahan untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat dan provinsi, karena jujur saja persoalan banjir ini tidak bisa ditangani sendiri Pemkab Luwu Utara. Setelah ini kita akan menyusun rencana apa yang bisa dilakukan untuk menangani banjir secara holistik, untuk jangka pendek yang kita lakukan adalah pemberian bantuan logistik kepada korban banjir dan mengevakuasi warga yang rumahnya tidak bisa lagi ditempti,” jelas Indah Putri Indriani saat meninjau langsung lokasi banjir, Kamis (28/4).

Ada empat kecamatan yang terkena dampak langung banjir bandang, yaitu Kecamatan Baebunta, Malangke, Malangke Barat, dan Kecamatan Mappedeceng.

“Untuk saat ini kita bersama dengan instansi lainnya serta organisasi sosial lainnya tengah melakukan asessment untuk melihat dan seberapa besar kerugian yang diakibatkan banjir bandang ini. Yang jelas bantuan akan segera kita turunkan sambil menunggu bantuan dari pihak lain,” ungkap Indah.

Kepala BPBD Luwu Utara, Andi Eviana, mengatakan, ini merupakan banjir terparah sepanjang terjadinya bencana banjir di Luwu Utara sepuluh tahun terakhir. Dimana banjir yang terjadi saat ini disertai lumpur dengan ketinggian hingga mencapai dua meter.

“Dari pantauan kami memang banjir saat ini yang melanda empat kecamatan merupakan banjir terparah selama sepuluh tahun terakhir. Dari data yang ada sekira 20 desa yang terkena dampak banir ini. Ketinggiannya mencapai hingga 2 meter, banjir juga membawa lumpur yang mengakibatkan puluhan ribu lahan pertanian rusak parah serta ribuan rumah warga terendam lumpur,” ujarnya. (***)


div>