SENIN , 18 DESEMBER 2017

Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 15,1 Triliun di Kuartal III 2017

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Selasa , 24 Oktober 2017 21:18
Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 15,1 Triliun di Kuartal III 2017

Dirut Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo (tengah) bersama jajaran direksi lainnya melakukan konferensi pers paparan laporan keuangan triwulan III 2017 (Hana Adi Perdana/JawaPos.com)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih pada kuartal III-2017 sebesar Rp15,1 triliun. Jumlah itu tumbuh sebesar 25,4 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, keberhasilan perseroan menjaga tren positif ini didorong oleh komitmen kuat perseroan dalam mengoptimalisasi aset produktif perusahaan secara berkualitas serta mendorong kontribusi pendapatan yang bersumber dari jasa perbankan.

“Di tengah tren penurunan suku bunga perbankan sebagai respons atas kebijakan regulator dan persaingan yang semakin ketat di industri, kami terus melakukan penajaman implementasi fokus bisnis, serta mendorong inisiatif inovasi produk keuangan sesuai kebutuhan nasabah sebagai solusi strategis dalam menjaga kepercayaan nasabah kepada perseroan,” kata Kartika, dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (24/10).

Ia menambahkan, untuk penyaluran kredit tercatat kenaikan sebesar 9,8 persen pada akhir September 2017 menjadi Rp 686,2 triliun. Atas agresifitas tersebut, perseroan berhasil mendongkrak nilai aset menjadi Rp1.078,7 triliun, naik 10,6 persen yoy.

Tak hanya itu, kualitas aset yang membaik juga terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah (NPL Gross) dari 3,81 persen pada September 2016 menjadi 3,75 persen pada September 2017.

Begitu pula dengan biaya pencadangan yang secara tahunan turun 23,2 persen pada triwulan III 2017. Sejalan dengan membaiknya kualitas asset yang dimiliki Bank Mandiri, pendapatan operasional secara tahunan tumbuh 4,1 persen mencapai Rp 57,5 triliun, dimana pendapatan perseroan dari bisnis jasa perbankan atau fee based income tumbuh signifikan sebesar 18,4 persen menjadi Rp 16,8 triliun pada akhir bulan lalu.

Dalam penyaluran kredit, BUMN Perbankan itu berhasil mencatatkan kenaikan di seluruh kelompok pembiayaan. Kredit modal kerja tumbuh 3,9 persen menjadi Rp 321,4 triliun, kredit investasi tumbuh 10,1 persen menjadi Rp 189,3 triliun serta kredit konsumer tumbuh 20,6 persen menjadi Rp 95,2 triliun.


div>