SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Bank Mandiri Santuni 30.000 Anak Yatim Piatu dan Difabel

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 07 Juni 2018 19:50
Bank Mandiri Santuni 30.000 Anak Yatim Piatu dan Difabel

Suasana penyerahan bantuan santunan kepada anak yatim/piatu, kaum Difabel, dan panti jompo sebagai bentuk kepedulian sosial Bank Mandiri Grup kepada sesama di Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar, Kamis (7/6). foto: ist for rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bank Mandiri berkomitmen untuk terus membangun negeri melalui aktivitas bisnis dan sosial.

Terkait hal itu, Bank Mandiri Grup akan memberikan bingkisan Ramadan kepada lebih dari 30.000 anak yatim piatu serta anak difabel dan kebutuhan khusus di seluruh Indonesia sebagai bentuk empati dan wahana berbagi kebahagiaan dengan mereka.

Dalam penyaluran ini, Bank Mandiri berkolaborasi dengan Mandiri Amal Insani (MAI), Badan Pengelola Zakat Infaq dan Sadaqah Bank Mandiri (Bapekis) serta perusahaan anak untuk menyerahkan bingkisan Ramadan senilai sekira Rp8,5 miliar, berupa peralatan sekolah, dan uang saku.

Adapun penyaluran bingkisan Ramadan di wilayah dilakukan kanwil-kanwil Bank Mandiri secara bertahap pada periode mulai dari pekan ke-3 hingga pekan terakhir Ramadan 1439 H.

Di Bank Mandiri Regional X/Sulawesi & Maluku yang membawahi delapan provinsi (seluruh Sulawesi, Gorontalo, dan Maluku) membagikan bingkisan Ramadan yang diberikan kepada 500 anak yatim/piatu senilai sekira Rp275 ribu. Di samping bingkisan Ramadan, Bank Mandiri juga memberikan santunan kepada anak yatim/piatu, kaum Difabel, dan panti jompo sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Bank Mandiri Grup kepada generasi masa depan Bangsa sekaligus apresiasi kami yang dalam kepada masyarakat yang telah mendukung perseroan selama ini. Semoga aktivitas sosial ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ungkap Angga Erlangga Hanafie, Regional CEO Bank Mandiri Regional X/Sulawesi & Maluku dalam simbolisasi penyerahan santunan yang dilakukan di Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar, Kamis (7/6).

Angga mengatakan, seluruh anak yatim piatu ini berasal dari yayasan panti asuhan dan pondok pesantren yang ada di wilayah Makassar.

“Rata-rata para penerima santunan nanti baru berusia 6-15 tahun dan merupakan murid SD dan SMP atau yang sederajat,” jelasnya. (****)


div>