MINGGU , 27 MEI 2018

Bantaeng Raih 3 Penghargaan FASS Awards 2018 di Lutra

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Minggu , 01 April 2018 12:00
Bantaeng Raih 3 Penghargaan FASS Awards 2018 di Lutra

Kontingen Bantaeng berfoto bersama usai pelaksanaan penganugrahan FASS Award 2018.

MASAMBA, RAKYATSULSEL.COM – Penganugerahan Forum Anak Sulawesi Selatan (FASS) Awards Tahun 2018 yang dipusatkan di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sabtu (31/3), resmi berakhir.

Dikemas sedemikian rupa mirip anugerah skala nasional yang lazim disaksikan di media elektronik, kemeriahannya memukau hadirin. Begitu menegangkan, tiap nominasi dibacakan para perwakilan Forum Anak Daerah (FAD) diiringi instrumen musik sekelas Golden Awards atau semacamnya.

Dari 15 kategori, Forum Anak Butta Toa (FABT) Kabupaten Bantaeng dianugerahi 3 award untuk kategori Pelaporan Terbaik, Publikasi Terbaik dan Program Kerja Terbaik Klaster I Hak Sipil dan Kebebasan.

Kategori lainnya yakni Pendataan Terbaik, Sekretariat Terbaik, Website Data Terbaik, Program Kerja Terinovatif, Program Kerja Terbaik Klaster II Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Program Kerja Terbaik Klaster III Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan Sosial, Program Kerja Terbaik Klaster IV Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya, Program Kerja Terbaik Klaster V Perlindungan Khusus, FAD Teraktif, FAD Terfavorit, Ketua FAD Terinspiratif dan FAD Terbaik. Diraih Kabupaten Sinjai, Bone, Pare-pare, Makassar, Sidrap dan Gowa.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Abdul Mahfud mewakili Bupati Lutra, Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DPPPA Sulsel, Nur Anti mewakili Kadis PPPA SulSel.

Dalam sambutannya, Nur Anti menyampaikan, jika malam penganugerahan FASS 2018 suasananya layaknya seperti di TV. “Lampu dimatikan di belakang dan di-setting seperti mirip award kelas nasional lainnya,” ujarnya.

Dirinya bersyukur bahwa acara seperti ini bisa dihandel baik oleh anak lokal. “Kita beri kepercayaan dan kita arahkan, Insya Allah mereka bekerja seperti EO. FASS ini diupayakan agar campur tangan dewasa minim sekali. Diperkirakan hanya berkisar 30% saja, selebihnya kita tinggal mengarahkan dan membimbing,” tambahnya.

Sementara Sekda Lutra Abdul Mahfud, menuturkan bahwa malam penganugerahaan FASS 2018 jadi kegiatan yang paling ditunggu-tunggu.

“FASS ini salah satu wadah mencari bakat. Anak sekalian yang punya bakat ataupun talenta di beberapa bidang. Meskipun belum diaktualisasikan mungkin di kabupatennya. Namun di festival ini bisa ditunjukkan,” jelasnya. (*)


div>