KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Bantah Nepotisme, Wagub Evaluasi OPD Jika Rekrut Tenaga Kontrak Tak Sesuai Prosedur

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Rabu , 05 Desember 2018 23:18
Bantah Nepotisme, Wagub Evaluasi OPD Jika Rekrut Tenaga Kontrak Tak Sesuai Prosedur

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, akan mengevaluasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jika merekrut tenaga kontrak yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

Hal ini sekaligus menjawab tudingan jika ia melakukan nepotisme dengan menitipkan kerabatnya di Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) dan Satpol PP Sulsel, sebagaimana diberitakan berbagai media online.

“Semua yang mau mendaftar jadi Satpol PP, TP2D dan bahkan mendaftar lelang eselon, semua dipersilahkan langsung ke OPD atau panitia terkait. Baik itu kerabat maupun orang lain, karena mereka punya hak sama dan perlakuan yang sama. Dan diimbau bagi OPD atau panitia, jangan menganggap kalo ada kerabat mendaftar terus langsung itu dianggap titipanku,” tegas Andi Sudirman, Rabu (5/12).

Ia menekankan, kedepannya semua orang berhak untuk tahu dan datang ke OPD atau panitia saat ada penerimaan. “Ini kebiasaan zona nyaman yang harus diubah. Dari lima ribuan tenaga Non PNS terima SK tiap tahun, tapi kok tidak ada pengumuman. Harusnya terbuka untuk umum,” terangnya.

Semua OPD terkait, lanjutnya, memiliki prosedur dan mekanisme yang harus dipatuhi sesuai dengan standar operasional yang sudah ditentukan OPD atau panitia seleksi yang bersangkutan. Termasuk informasi kepada masyarakat luas terkait proses perekrutan ini.

“Intinya, proses perekrutan adalah hak semua orang untuk tahu. Dan diterima ataupun tidak, itu diluar kewenangan wakil gubernur. OPD atau panitia seleksilah yang menjadi penentu kebijakan sesuai dengan tahapan dan aturan yang sudah dibuat,” ujarnya.

Sebagai wakil gubernur, Andi Sudirman mengaku tidak antikritik. Tetapi, kritik yang sifatnya membangun dan sesuai fakta.

“Bahwa ada yang menyimpulkan bahwa Andi Sudirman (Wagub) menitipkan anggota keluarganya di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), itu tidak benar. Dan itu bisa dikroscek kembali. Jikalau Kasatpol PP menerima karena orang dekat dan tidak menggunakan prosedur yang berlaku, maka Kasatpol PP perlu dievaluasi karena bisa jadi temuan,” tegasnya lagi.

Sementara, Kasatpol PP Sulsel, Mujiono, mengaku tidak pernah menyampaikan kepada media jika ada anggota Satpol PP yang menjadi titipan Wagub. “Saya tidak pernah menyampaikan itu dan sampai sa├át ini juga, yang bersangkutan masih belum aktif di Satpol PP,” bantahnya. (*)


Tag
div>