SELASA , 17 JULI 2018

Bantah Syamsuddin Berijazah Palsu, Teman Sekelas dan Guru SMP 1 Jadi Saksi

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 10 Februari 2016 16:36
Bantah Syamsuddin Berijazah Palsu, Teman Sekelas dan Guru SMP 1 Jadi Saksi

Guru dan kawan-kawan sekelas Bupati Pangkep terpilih, Syamsuddin A Hamid di SMPN 1 Labbakkang Pangkep, bersaksi tentang keaslian ijazah Syamsuddin. (Foto: Al Fatih/RakyatSulsel)

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Labakkang Kabupaten Pangkep yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Alumni SMP Negeri 1 Labakkang, berkumpul dan menyatakan sikap bersama terkait kasus dugaan ijazah palsu Bupati Pangkep terpilih, Syamsuddin A Hamid yang dalam penyelidikan Polda Sulselbar. Hadir dalam pertemuan yang digelar di salah satu rumah makan di Pangkep, Rabu (10/2), sejumlah guru SMP Syamsuddin dan ketua DPRD Pangkep.

Salah seorang teman sekelas Syamsuddin, Andul Syukur menegaskan bahwa dirinya satu kelas dengan Syamsuddin sejak kelas satu sampai tamat di kelas tiga SMP Negeri 1 Labakkang. Bahkan Syukur yang berdomisili di Tanah Rajae, Kecamatan Labakkang ini juga menyatakan dirinya satu bangku dengan Syamsuddin saat masih sekolah.

“Saya satu bangku dengan Pak Syamsuddin dari kelas satu sampai kelas tiga. Makanya saya mau tegaskan di sini bahwa isu bahwa beliau pakai ijazah palsu adalah fitnah,” tegas Syukur.

Syukur menuturkan dirinya siap dipanggil untuk bersaksi akan keaslian ijazah Syamsuddin. Lelaki yang kini berprofesi sebagai petani tambak ini mengaku heran sekaligus kasihan dengan adanya isu yang diyakininya hanya untuk menjatuhkan nama baik sahabat masa sekolahnya itu.

“Saya siap bersaksi bahwa pak Syamsuddin sekolah di SMP Labakkang sampai tamat. Orang-orang yang bilang bahwa itu ijazah palsu hanya mau merusak Pak Syamsuddin,” tegasnya.

Senada dengan Syukur, mantan guru Symasuddin kala di SMP negeri 1 Labakkang, Abdul Jalil mengatakan bahwa dirinya mengajar Syamsuddin sejak kelas satu sampai kelas tiga. Jalil yang pensiun sejak 2008 ini, mengaku sudah pernah diperiksa sebagai saksi di polda Sulselbar tahun 2011 dengan kasus yang sama. Saat itu, dirinya membawa membawa nilai dan stambuk Syamsuddin ke hadapan penyidik sebagai bukti bahwa Syamsuddin benar bersekolah di sekolah tersebut.

“Saya tidak tahu berapa kali dulu diperiksa di Polda kasus tuduhan ijazah palsu Symasuddin. Tapi saya sebagai gurunya menegaskan bahwa dia sekolah, ada bukti nilainya dan stambuknya,” ujarnya.

Guru bidang study keterampilan dan prakarya ini menuturkan saat masih sekolah, Syamsuddin termasuk anak yang baik. Dia terkenal royal kepada teman-temannya. “Dia (Syamsuddin) itu baik sekali sama temannya, suka memberi. Kalau waktu istirahat, dia ajak teman-temannya ke kantin baru dia traktir,” kenangnya.

Sementara itu ketua DPRD PAngkep, Andi Ilham Zainuddin menyatakan senang atas sikap alumni SMP Negeri 1 Labakkang yang siap meluruskan isu dugaan ijazah palsu. Menurutnya, pelurusan isu tersebut bukan hanya kepentingan Syamsuddin dan keluarga tapi juga kepentingan seluruh masyarakat Pangkep.

“Kita semua mau menghadirkan kejelasandari berita dan kebenaran (tentang ijazah Syamsuddin). Kita semua mempunyai kewajiban moral agar masyarakat tidak terkatung-katung dengan isu ini, salah satunya dengan saudara-saudara yang pernah sekolah di sana,” kata Ilham.

Ilham juga menambahkan, isu tersebut tidak lagi bermuatan politik tapi sudah menjadi intrik pribadi yang menyerang Syamsuddin, yang dilakukan segelintir orang. “Mereka ini hanya segelintir orang. Makanya karena jumlahnya sedikit, mereka demo di Makassar dan di Jakarta. Isu ini tidak ada lagi hubungannya sama pilkada. Ini murni intrik pribadi yang tidak sehat untuk kepentingan segelintir orang saja,” tegasnya.

Forum yang diketuai oleh Wakil Ketua DPRD Pangkep, Rizaldi Parumpa ini juga akan menggelar aksi pernyataan sikap bersama tentang keaslian ijazah Syamsuddin. Rizaldi berjanji akan menurunkan alumni SMP Labakkang sebanyak seribu orang untuk menyatakan dukungan moral kepada Syamsuddin.


Tag
  • ijazah palsu
  •  
    div>