SENIN , 21 MEI 2018

Bantah Terima Fee Proyek e-KTP, Eks Mendagri: Saya Siap Dihukum Mati!

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 29 Januari 2018 15:35
Bantah Terima Fee Proyek e-KTP, Eks Mendagri: Saya Siap Dihukum Mati!

Mantan Mendagri Gamawan Fauzi saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi e-KTP di PN Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu (Dok. JawaPos.com)

RAKYATSULSEL.COM – Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku siap dihukum mati saat bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/1). Adapun itu dilontarkannya guna membantah telah menerima aliran dana dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Saya siap dihukum mati, Yang Mulia. Saya sering dicurigai, silakan cek saja. Sama sekali tidak ada niatan saja. Kalau ada foto atau apa, lalu juga saya dicurigai ke Singapura juga. Ini sudah fitnah keterlaluan,” tegasnya saat ditanya hakim PN Tipikor Yanto, terkait aliran dana korupsi tersebut.

Begitu pula ketika Gamawan ditanya apakah ada uang yang diterimanya dari adiknya sendiri, Azmin Aulia. Seperti disebutkan dalam persidangan sebelumnya, Azmin menerima sebuah ruko dari Direktur PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos yang merupakan anggota konsorsium penggarap proyek e-KTP.

Infografis kasus e-KTP (Koko/JawaPos.com)

“Tidak pernah, Yang Mulia. Ke kantornya saja saya tidak pernah. Kantornya, ruangannya di mana, saya tidak tahu,” kata Gamawan.

Dia berani bersumpah tidak menerima sepeser pun uang panas tersebut. “Satu sen pun saya tidak pernah terima. Demi Allah, saya ini anak ulama, Yang Mulia. Ada tiga dosa besar, pertama sirik, kedua melawan orang tua, ketiga sumpah palsu. Silakan buktikan kalau ada satu sen pun saya terima,” tambahnya.

Diketahui, selain ruko, berdasarkan surat dakwaan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, Gamawan Fauzi disebut diperkaya sebesar 4,5 juta dolar AS atau lebih dari Rp 60 miliar dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

(dna/ce1/JPC)


div>