SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Banyak Kepsek Tak Ijinkan Sekolah Hadiri HUT PMI ke-70

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 18 September 2015 17:29

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah sekolah di Luwu Utara tidak dibolehkan mengikuti acara Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) yang ke-70, yang dilaksanakan di Desa Kaluku, Kecamatan Sukamaju. Larangan itu datang dari kepala sekolah bersangkutan, yang tidak mengijinkan perwakilan sekolahnya hadir dalam peringatan HUT PMI Lutra.

Dari seluruh sekolah yang diundang dalam perayaan tersebut, hanya 23 sekolah saja yang datang.

Amiruddin, Sekretaris Panitia HUT PMI ke-70 Lutra, sangat menyayangkan ketidakhadiran beberapa sekolah dalam peringatan HUT PMI.
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI ini sangat banyak manfaatnya, karena kita banyak memberikan ilmu ekstrakuriler kepada siswa. Mereka diberikan kegiatan pengembangan diri. Tapi sangat disayangkan ada beberapa sekolah yg tidak ikut,” ucapnya.

Amiruddin juga mengungkapkan bahwa ada dua sekolah yang awalnya sudah konfirmasi untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI ini. Akan tetapi hingga hari pelaksanaan, kedua sekolah itu tidak hadir tanpa konfirmasi yang jelas.

Sementara itu, staf SDM PMI Lutra, Muhammad Mahfud Makmur mengatakan bahwa sebagai staf yang membidangi PMR sangat menyesalkan kepala sekolah yang tidak mendukung kegiatan ekstrakurikuler.
“Saat kita melaksanakan perayaan hari ulang tahun PMI yang ke-70, banyak sekolah yang tiba-tiba tidak hadir, padahal antusiasme siswa untuk ikut sangat besar. Ini artinya, kreativitas siswa dikungkung oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Mahfud.

Dia mengingatkan bahwa bukan karena sekarang ini sudah masuk dalam momen politik, sehingga semua kegiatan dianggap dapat dipolitisir oleh oknum-oknum tertentu. “Apa lagi kegiatan ini merupakan salah satu kegitan ekstrakurikuler yang wajib ada disekolah,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan seorang perwakilan sekolah yang tidak ingin disebutkan namanya, di mana sekolahnya tidak mengikuti kegiatan HUT PMI, karena tidak mendapat ijin dari kepala sekolahnya. Dia menyesalkan tindakan kepala sekolahmya yang tidak mengikutkan siswanya tanpa adanya alasan yang jelas.

“Sebenarnya siswa kami sudah bersiap untuk berangkat pada hari itu ke lokasi kegiatan, tiba-tiba ada larangan dari kepala sekolah dan membatalkan keberangkatan siswa untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Pada hal di sekolah kami sudah terbentuk PMR, yang mana hari itu juga kami telah mendapatkan undangan untuk ikut sebagai peserta dalam kegiatan tersebut,” tandasnya.


Tag
  • HUT PMI
  •  
    div>