SELASA , 12 DESEMBER 2017

Bapenda Sulit Tindaki Pengusaha THM Nakal

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 18 Oktober 2017 12:15
Bapenda Sulit Tindaki Pengusaha THM Nakal

Ilustrasi Tempat Hiburan Malam (THM).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menjamurnya Usaha Tempat Hiburan Malam (THM) berkedok restoran berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak. Betapa tidak, pajak dari usaha restoran hanya 10 persen sementara usaha huburan malam sebesar 35 persen. Artinya pemkot rugi sekira 25 persen pajak.

Kepala Bidang Distribusi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Ibrahim mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak bisa menindaki THM yang “menyamar” menjadi restoran. Pasalnya pendapatan dari pajak harus sesuai aturan yang dikeluarkan dari dinas pemberi izin.

“Kita hanya mengacu pada perizinan yang ada, harus ada tim koordinasi jadi jika mereka memberikan izin atau apa harus ada rekomendasi juga dari Bapenda,” harap Ibrahim, Selasa (17/10) kemarin.

Lanjut Ibrahim, kesulitan menindaki pajak restoran meski beroperasi sebagai tempat hiburan. “Misalnya tempatnya resto padahal operasinya adalah hiburan, nah hal itu harus dikoordinasikan,” ucap Ibrahim.

Namun demikian, Ibrahim mengaku akan terus berupaya memaksimalkan pencapaian PAD dari segala sektor untuk bisa 100 persen dari target yang telah ditetapkan.

“Semua pajak jadi terget kita dan maksimalkan pajak tersebut dan harus sesuai dengan aturan yang ada,” ucap Ibrahim.

Sementara itu, dua dinas yang tergabung dalam koordinasi tempat hiburan malam (THM) dan Izin Usaha yakni Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Dinas Pariwisata Bidang Pengembangan Usaha Wisata saat coba dikonfirmasi enggan berkomentar.


div>