KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Bapenda Target Pajak Reklame Rp4,2 Miliar

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 Juli 2018 11:15
Bapenda Target Pajak Reklame Rp4,2 Miliar

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Juli ini menargetkan bisa menarik pajak dari sektor reklame sampai Rp4,2 miliar.

Kasubid Reklame, Parkir dan Retribusi Daerah Bapenda Kota Makassar, Adiyanto Said, berharap agar bulan ini bisa mencapai target sedikitnya Rp4,2 miliar. Pasalnya, jumlah ini merujuk pada capaian Bapenda pada Juli 2017 lalu.

“Terget bulan Juli itu minimal kita bisa dapat Rp4,2 miliar. Itu berdasarkan potensi tahun lalu, jadi kita berpotokannya disitu, itu kalau bayar semua (wajib pajak),” katanya.

Adiyanto menjelaskan, hingga saat ini realisasi pajak reklame sudah mencapai 51 persen dari target sebesar Rp35 miliar. Jika dibandingkan tahun lalu, realisasi pajak reklame sudah mengalami surplus hingga Rp4,3 miliar.

Kendati terjadi peningkatan, pendapatan pajak reklame tahun ini berpotensi hilang sampai Rp1 miliar lebih. Hal itu seiring dengan rencana pembangunan tol dalam kota di sepanjang Jl AP Pettarani.

Pembangunan jangka panjang itu berimbas pada pembongkaran reklame bando di sepanjang Jl AP Pettarani. Padahal, reklame tersebut memberikan sumbangsi yang besar kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah kota.

“Aturannya kalau ada pembangunan jalan, reklame yang terkena imbasnya itu (reklama bando yang ada di median jalan) maka pemilik reklame wajib membongkar reklamenya sendiri. Jadi wajib memang di bongkar,” jelasnya

Adiyanto mengatakan, sedikitnya ada 12 reklame bando di sepanjang Jl AP Pettarani yang terkena imbas dari pembangunan tol dalam kota. Potensinya bahkan mencapai Rp1 miliar lebih. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan balai jalan agar reklame bando ini bisa di relokasi dari median tengah ke samping jalan.

“Yang jelas tiangnya itu yang ada di median jalan kita pindahkan di samping. Tapi itukan kebijakan balai jalan karena terkait dengan perencanaan jalan kalau memungkinkan bisa seperti itu,” ujarnya.

Adiyanto menyebutkan, kendala yang dihadapi disektor penarikan pajak reklame dari tahun ke tahun masih sama, yaitu tingkat kesadaran wajib pajak yang masih minim. Selain itu, pihaknya juga masih rutin menyisir reklame yang kerap melakukan pelanggaran.

“Bulan ini sudah sekitar delapan titik yang kita tindaki, itu reklame permanen. Tapi kalau reklame insidentil hampir tiap hari ada yang kita tindaki sampai ratusan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bapenda, Irwan Adnan, menambahkan, akan terus berupaya untuk mengoptimalkan penarikan pajak reklame, karena tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak wajib pajak khususnya reklame yang tidak bayar pajak.

“Target pajak reklame untuk tahun ini yakin kita capai walaupun masih banyak wajib pajak khususnya wajib keklame yang los, hal tersebut terus diupayakan untuk dioptimalisasi,” jelasnya.

Irwan mengakui, pendapatan pajak di sektor reklame, khusunya reklame insidentil terus mengalami peningkatan, yang awalnya hanya sekitar Rp500 juta, kini sudah mencapai Rp1 miliar.

“Pajak insedentil memiliki loncatan yang bagus, karena awalnya Bapenda hanya mendapat pajak reklame insedentil sekitar Rp500 juta kini pajak reklame insedentil sudah mencapai Rp1 miliar,” katanya. (*)


div>