JUMAT , 23 FEBRUARI 2018

Bapenda Tingkatkan Budaya Disiplin Wajib Pajak Kendaraan

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

doelbeckz

Kamis , 08 Februari 2018 00:04
Bapenda Tingkatkan Budaya Disiplin Wajib Pajak Kendaraan

int

Sosialisasi Pajak Daerah dengan Melibatkan Komunitas Milenial

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel menyelenggarakan Sosialisasi Pajak Daerah tahun 2018 di dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah sekaligus, yaitu UPT Pendapatan Wilayah Makassar I di Hotel Ramode Makassar dan Makassar II di Grand Asia Hotel Makassar, Rabu (7/2).

Peserta sosialisasi ini berasal dari komunitas milenial, serta para mahasiswa dari berbagai lintas Kampus di Makassar.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar II, Reza Faisal Saleh, mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan mahasiswa dan komunitas milenial agar budaya disiplin wajib pajak kendaraan bisa disosialisasikan ke lingkungan tempat mereka bermukim.

“Kali ini, sosialisasi pajak daerah menyasar anak muda milenial dan mahasiswa. Kita memberikan mereka edukasi tentang kewajiban bayar pajak dan sanksi yang dikenakan kepada wajib pajak yang tak patuh bayar pajak, kendaraan,” jelasnya.

Reza mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pelanggan Samsat di Makassar, membayar pajak tepat waktu sangat penting.

Menurutnya, program terbaru yang dibuat Bapenda Sulsel adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sudah dapat dibayar enam bulan sebelum jatuh tempo.

“Pelanggan Samsat biasanya ada yang ingin membawa kendaraannya keluar Sulsel dalam waktu lama, nah sekarang mereka sudah dapat membayar PKB enam bulan sebelum jatuh tempo,” bebernya.

Sosialisasi ini, menghadirkan anggota DPRD Sulsel Alex Palinggi, dan Rudy Pieter Goni, Paur STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel AKP Darwis, dan perwakilan Jasa Raharja Makassar.

Hadir pula Kepala Bapenda Sulsel H Tautoto TR didampingi Perwira Administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (Pamin STNK) UPT Pendapatan Wilayah Makassar II, Iptu Ade Firmansyah SSos MM.

Toto, saapaan Tautoto TR membawakan materi tentang pajak dan layanan unggulan Samsat, yakni pembayaran non tunai.

Menurutnya, layanan unggulan ini dibuat untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Layanan yang dimaksud adalah pembayaran PKB nontunai melalui ATM dan kartu debit menggunakan EDC.

Menurutnya, Bapenda Sulsel telah melakukan banyak terobosan untuk memanjakan wajib pajak di Sulsel. Karenanya tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain pembayaran nontunai, terobosan lain Bapenda Sulsel adalah Samsat Keliling, Samsat Delivery, pelayanan e-Samsat di Bank Sulselbar, Info Pajak via SMS dan Twitter, penagihan door to door, dan masih banyak lagi.

Toto menambahkan, Bapenda Sulsel juga memberikan insentif Bea Balik Nama Kendaraan Baru (BBNKB) sebesar 20 persen untuk pembelian kendaraan baru. Dengan pemberian subsidi ini, BBNKB di Sulsel menjadi 10 persen yang sebelumnya sebesar 12,5 persen.

“Dengan BBNKB sebesar 10 persen, artinya harga kendaraan di Jakarta sudah sama dengan kendaraan di Makassar, jadi tidak perlu lagi membeli kendaraan baru di Jakarta, cukup membeli kendaraan di Makassar,” katanya.

Terpisah, Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I, Harmin Hamid, mengatakan, sistem pembayaran non tunai mulai dilirik para wajib pajak. Meski jumlahnya belum terbilang banyak, namun masyarakat sudah mulai menyentuh program yang dihadirkan Samsat Makassar melalui Bapenda Sulsel. (***)


div>