RABU , 21 NOVEMBER 2018

Barang Perusahaan Tambang Rusak, Warga dan Kades Lunjen Diinterogasi Polisi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 03 April 2017 19:51
Barang Perusahaan Tambang Rusak, Warga dan Kades Lunjen Diinterogasi Polisi

Ilustrasi.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Pengrusakan barang-barang milik PT Arung Bungin Group, perusahaan tambang marmer yang beroperasi di Desa Lunjen, Kecamatan Buntubatu, Kabupaten Enrekang, beberapa hari lalu, berbuntut panjang.

Penyidik Polres Enrekang melakukan pemanggilan dan menginterogasi beberapa warga dan Kepala Desa Lunjen, Drs Lupian, Senin (3/4).

Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Agussalim, yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan dan pengambilan keterangan terkait adanya laporan pengrusakan barang-barang milik perusahaan yang sudah beberapa kali didemo warga Lunjen dan sekitarnya tersebut. “Ini hanya pengambilan keterangan saja,” jelasnta.

Agussalim juga membantah isu yang berkembang di masyarakat, kepala desa dan lima warga Lunjen ditahan di Mapolres Enrekang. “Tidak benar itu, tidak ada warga Lunjen yang ditahan,” ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Lunjen, Sudirman, memberikan keterangan pers, ada beberapa warga yang mendatangi Mapolres Enrekang karena ada panggilan dari pihak kepolisian.

“Ini berarti warga Lunjen sangat menghormati hukum yang berlaku,” ujar Sudirman.

Menurut Sudirman, selain Kepala Desa Lunjen dan beberapa warga yang diketahuinya mendatangi Mapolres sebagai upaya menghormati proses hukum, diantaranya Idris, Aminullah dan Tanjung.

[NEXT-RASUL]

Sebelumnya, perusahaan tambang marmer yang sudah memulai kegiatan pertambangan tersebut, mendapat penentangan dari ratusan warga desa dekat gunung Latimojong.

Warga yang dipimpin kepala desanya bahkan sudah mendatangi Kantor DPRD dan Kantor Bupati Enrekang menyatakan penolakan kegiatan tambang yang dilakukan PT Arung Bungin di desanya. (***)


div>