RABU , 17 OKTOBER 2018

Barisan “Sakit Hati” Alihkan Dukungan, Tim TP: Kami Butuh yang Ikhlas Berjuang

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 20 Juni 2018 13:00
Barisan “Sakit Hati” Alihkan Dukungan, Tim TP: Kami Butuh yang Ikhlas Berjuang

int

PAREPARE, RAKSUL.COM– Tim paslon nomor urut satu, Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP) menanggapi bijak informasi soal adanya segelintir mantan pendukung mengalihkan dukungan ke tim lawan.

Ketua Tim Pemenangan TP, Kaharuddin Kadir berpendapat, ini adalah dinamika yang biasa dalam dunia politik.

“Segelintir orang yang diberitakan mengalihkan dukungan itu sejak awal kami tahu, namun baru dipublikasikan sekarang jelang pencoblosan. Kami paham itu trik lawan bangun opini,” ungkap Kaharuddin Kadir, Rabu, 20 Juni 2018.

Ketua DPRD Parepare itu mengatakan, mereka tak lebih dari lima orang diberitakan beralih dukungan. Meski begitu bagi dia, itu tidak berpengaruh besar bagi masyarakat dalam menentukan pilihan.

“Karena kami yakin masyarakat Parepare sudah tahu mana orang yang konsisten berjuang untuk rakyat bersama TP-Pangerang dan mana yang bukan,” tegas Kaharuddin.

Dan pada prinsipnya, tambah Kaharuddin, paslon TP-PR bersama rakyat tidak butuh orang yang ambisi dan tidak ikhlas berjuang membangun Parepare untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ya, kami tidak butuh orang yang tidak komitmen. Tidak tulus dan ikhlas berjuang untuk kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat Parepare,” tandas Ketua Harian Partai Golkar Parepare ini.

Informasi dihimpun bahwa, beberapa orang yang alihkan dukungan itu sebenarnya adalah barisan “sakit hati” yang kepentingannya tidak terakomodasi.

Terakhir ada nama Aminah, yang disebutkan mantan pendukung TP. Dari informasi dihimpun, Aminah punya kepentingan yang tidak terakomodasi, sehingga kecewa, dan akhirnya mengalihkan dukungan.

“Yang kami tahu itu Aminah minta adiknya dipekerjakan pada salah satu tempat aset daerah tapi ibu (Erna Taufan, red) sampaikan sabarki saya tanyakan dulu. Setelah ada jawaban bahwa belum merekrut pegawai sabarki, kata ibu. Namun Amina bilang sabar sampai akhir bu aji. Terus ibu tetap sabar hadapi pernyataannya setelah itu kalimat terakhirnya di WA dia bilang TP (Tidak Peduli). Saat itu ibu sudah tidak enak membacanya. Akhirnya ibu putuskan untuk tidak lagi bersamanya di PKK, setelah ibu berpikir satu minggu sebelum mengambil tindakan,” beber orang dekat, istri TP, Erna Rasyid Taufan. (*)


div>