RABU , 21 NOVEMBER 2018

Baru Difungsikan, Pasar Baru Desa Salletto Dikeluhkan Pedagang

Reporter:

Sudirman

Editor:

Iskanto

Selasa , 30 Oktober 2018 12:15
Baru Difungsikan, Pasar Baru Desa Salletto Dikeluhkan Pedagang

salah seorang pedagang ikan, Abd Asis

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Pasar Baru Desa Salletto, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju Sulbar, baru-baru ini resmi difungsikan. Namun sangat disayangkan, kondisi pasar baru tersebut dikeluhkan oleh para pedagang ikan lokal maupun pedagan ikan dari luar.

Pasalnya, pada sisi ruangan dalam pasar tersebut yang memiliki 40 petak tidak dilengkapi sarana air dan sarana saluran pembuangan limbah. Dimana hal itu sangat dibutuhkan para pedagan ikan guna membersihkan kotoran usai memasarkan dagangannya.

Diketahui, Pasar Baru Desa Salletto dibangun atas kerjasama Kementrian Perdagangan RI dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sarana distribusi perdagangan tahun 2018.

Ditemui ditempat jualannya, Selasa (30/10) pagi tadi, salah seorang pedagang ikan, Abd Asis, menuturkan bahwa pihaknya dari awal memberikan masukan kepada pekerja dalam hal ini kontraktor untuk menyediakan pompa air dalam ruangan pasar. Namun pihak rekanan mengerjakan atas petunjuk gambar yang dirancang konsultan.

“Waktu dikerja bagian ruangan pasar ini, saya sempat bertanya sama pemborongnya. Kenapa tidak dipasangkan pompa air dan saluran pembuangan didalam pasar ini untuk digunakan membersihkan ruangan. Tetapi pihak pemborong mengatakan, gambar tidak bisa di robah karena sudah begitu rancangannya yang dibuat,” terangnya.

“Seperti yang kita liat ini, seharusnya dalam setiap petak ada kran air disertai saluran air di bawa lantai. Jadi pada saat kita selesai menjual ikan, air ikan dan darahnya bisa kita siram melalui saluran pembuang langsung kedalam drainase. Tapi ini air tidak ada, salurannya juga tidak ada, jadi kotoran ikannya mau di bersihkan kemana karena samping kiri kanan belakang dan depan rumah orang. Kalau kita sapu keluar motorannya pasti menumbulkan bau busuk dan masalah, karena disekeliling pasar ini rumah orang pasti pencemaran limbah yang tidak menyenangkan,” sambung Asis.

Asis menilai bangunan pasar tersebut dikerja asal-asalan, karena sarananya tidak dilengkapi sesuai kebutuhan pedagang ikan. Oleh karenanya Asis meminta kepada pihak yang terkait agar turun langsung meninjau kondisi pasar ini dan menganalisa mengenai pencemaran dampak lingkungan.

“Harapan besar kami disediakan air dalam ruangan pasar ini kemudian dibuatkan saluran pembuang keluar sebagaimana mestinya pasar-pasar ikan didaerah-daerah lain serba lengkap,” harap Asis.(*)

 


div>