• Jumat, 19 Desember 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Baru Nyadar, Golkar Waspadai Blusukan Tamsil Dan Muhyina

Haris Yakinkan Kapal Induk 100 Persen Ke SuKa

Sabtu , 06 Juli 2013 11:24
Total Pembaca : 529 Views
ilustrasi

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Seakan baru nyadar, lama di atas angin, Golkar mulai ketar-ketir melihat pergerakan lawannya. Bukan hal mustahil, jagoan Golkar; Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) bakal kalah di Pilwalkot Makassar.

Makanya, sedari dini, DPD II Golkar Makassar mengingatkan untuk mewaspadai pasangan Tamsil Linrung-Das’ad Latief  dan Muhyina Muin-Syaiful Saleh menyusul tren yang terus bergerak di kontestasi Pilwalkot 18 September nanti.

Ketua Tim Pemenangan SuKa Partai Golkar, Haris Yasin Limpo mengakui, pergerakan pasangan Muhyina-Syaiful sangat ditopang oleh infrastruktur tim pemenangan yang mumpuni sehingga patut tak dipandang sebelah mata.

Selain infrastruktur, kata Haris, elektabilitas Muhyina terdongkrak oleh pendampingnya Syaiful Saleh yang sangat mengakar di ormas Muhammadiyah.

Syaful Saleh diketahui merupakan salah satu kader Muhammadiyah di Sulsel. “Pada dasarnya, sembilan pasangan yang bertarung di Pilwalkot Makassar kita waspadai. Namun, memang ada pasangan yang elektabilitasnya mengalami kenaikan, seperti Muhyina sehingga patut memang kita waspadai,” kata Haris Yasin Limpo kepada Rakyat Sulsel, kemarin.

Tak hanya Muhyina-Syaiful, Ketua Harian DPD II Golkar Makassar ini turut mengakui jika pasangan Tamsil Linrung-Das’ad Latif masuk dalam hitungan partai berlambang beringin ini.  Sebab, Tamsil yang diusung PKS memiliki kader yang solid, militan, dan finansial yang mapan. “Kader PKS banyak aktif di Wahdah Islamiyah dan organisasi KAMMI sehingga pasangan Tamsil-Das’ad sangat diperhitungkan,” jelasnya.

Meski begitu, Golkar selaku partai pengusung SuKa telah menyiapkan sejumlah strategi pemenangan pada persaingan yang memang dinilai cukup ketat. “Sedari awal kita sudah pantau semua pergerakan kandidat dan tentunya kita sudah punya cara tersendiri untuk memenangkan pertarungan ini dengan bersaing sehat. Intinya, Golkar pasti SuKa. Begitupun dengan PDIP sebagai partai pengusung SuKa,” tegas Haris.

Lantas bagaimana dengan pasangan Danny Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) dan pasangan Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah (NOAH)? Pria yang akrab disapa Nyanyang ini kembali menegaskan jika Golkar tak ingin terlena dalam menghadapi semua kontestan di Pilwalkot Makassar.

“DIA memang disokong Ilham Arief Sirajuddin yang saat ini menjabat wali kota. Itu juga patut diperhitungkan. Soal NOAH, kita sudah tahu pola pergerakannya,” ujar Haris yang tak lain kakak Irman Yasin Limpo.

Sikap Haris Yasin Limpo yang berada dibarisan pemenangan SuKa membuat sejumlah personel Kapal Induk (julukan pemenangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang alias Sayang) merapat ke tim pemenangan SuKa.

Sejumlah personel Kapal Induk yang berada di 24 kabupaten/kota memilih bergabung dengan pasangan yang diusung Golkar dan PDI-P. “Awalnya memang teman-teman kapal induk di tingkat kabupaten merasa ragu dengan sikap saya. Namun setelah saya menyatakan berada di SuKa, barulah teman-teman bergabung. Dan ini membuktikan Kapal Induk berada di SuKa 100 persen,” kata Haris.

Malah, sejumlah personel Kapal Induk Makassar yang dipimpin Idris Patarai, pasangan Rusdin Abdullah di Pilwalkot Makassar, turut bergabung dengan tim pemenangan Kapal Induk SuKa. Salah satunya adalah Hadi Rais, Koordinator Saksi Sayang Jilid II Makassar di Pilgub Sulsel lalu.

“Saya bergabung dengan tim pemenangan SuKa, bukan membawa nama Kapal Induk Makassar melainkan secara pribadi,” kata Hadi Rais.

Tak hanya Golkar, Partai Demokrat terus memantau pergerakan lawan. Ketua DPC Partai Demokrat, Adi Rasyid Ali mengatakan yakin dengan kekuatan partainya untuk memenangkan Danny Pomanto-Syamsu Rizal (DIA).

Untuknya itu anggota DPRD Makassar ini mengingatkan seluruh kader Demokrat untuk merapatkan barisan, dan fokus pada pemenangan pasangan pemilik slogan Ana’ Lorongna Makassar ini.

“Saya meminta kepada seluruh kader Demokrat untuk fokus bekerja untuk DIA, khususnya para caleg DPRD kota Makassar termasuk caleg DPRD Provinsi. Yang penting sekarang kurangi bicara, perbanyak bekerja, dengan bekerja cerdas, cerdas itu karya bukan bicara,” ungkapnya kemarin.

Ia meyakini dengan kegiatan sapa rakyat yang dilakukan DIA, pihaknya tidak menambah yakin kendati seluruh kandidat tetap dianggap pesaing berat. “Semua kandidat adalah pesaing. Tapi dengan kegiatan dilakukan kami optimistis. Mengapa? sangat bagus karena langsung menyentuh dan menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus langsung melihat kondisi kehidupan masyarakat. Sehingga kelak jika DIA menjadi wali kota dapat dijadikan sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan, apalagi kegiatan DIA menyapa warga ini masuk sampai lorong-lorong dan pemukiman kumuh,” ungkapnya.

Pandangan Golkar Makassar akan kekuatan Muhyina dan Tamsil tak berbeda jauh dengan tanggapan pengamat politik Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan. Dalam waktu yang sempit sebelum pelaksanaan Pilwalkot Makassar, kata Aswar, cara yang paling cepat untuk meningkatkan elektabilitas bakal calon adalah dengan melakukan blusukan ke basis-basis pemilih. “Bukan hanya sekadar blusukan, tetapi juga berusaha untuk meyakinkan masyarakat agar memilih dia. Caranya, pertama mendekatkan diri dengan masyarakat, membangun trust dengan masyarakat yang dikunjunginya. Kedua, bisa dilakukan dengan memberikan bantuan langsung di masyarakat. Tetapi, harus dipikirkan caranya, sehingga tidak terkesan mereka membeli suara masyarakat,” paparnya.

Dengan melihat kondisi ini, menurut Aswar, bakal calon yang memiliki finansial yang kuatlah yang bisa berbuat lebih banyak. “Sebab, melakukan ini perlu cost yang besar. Ditambah, masyarakat kita saat ini yang memang cukup pragmatis,” terangnya.

Tidak mengherankan, lanjut Aswar, jika Golkar kemudian memperhitungkan bakal calon Tamsil Linrung-Das’ad Latif dan Muhyina Muin-Syaiful Saleh, sebagai calon lawan kuat usungannya di Pilwalkot Makassar. “Apalagi, Tamsil misalnya, tokoh yang tumbuh dari bawah sehingga mengakar di masyarakat. Ditambah wakilnya Das’ad yang cukup populer. Sedangkan Muhyina, adalah sosok perempuan yang progresif, apalagi selama ini, Muhyina-Syaiful paling sering melakukan serangan dari udara dan darat,” paparnya.

Meski begitu, menurut Aswar, Golkar juga tidak boleh lengah terhadap gangguan pasangan lain, yang bisa saja menggerus suara Supomo-Kadir (SuKa). “Utamanya, Adil-Isradi, karena mereka sudah memiliki basis konstituen yang lama. Tinggal bagaimana pasangan ini melakukan rasionalisasi terhadap program andalan mereka, listrik gratis,” ujarnya.

Dengan sisa waktu sekira tiga bulan lagi, menurut Aswar, tidak menutup bagi tiga bakal calon lain, mengejar elektabilitas pasangan SuKa yang memang ada di posisi teratas. “Apalagi, jika SuKa terus-terusan mendapat kampanye negatif, yang tidak bisa dikelola dengan baik. Ditambah dengan peristiwa politik luar biasa, misalnya seperti rencana Irman yang akan mendatangkan Maradona tetapi tidak jadi,” terangnya.

Namun, lanjut Aswar, jika kondisi normal-normal saja, maka masih besar kemungkinan, pasangan SuKa akan tetap memimpin di urutan teratas dan memenangkan Pilwalkot Makassar.

Sementara Juru bicara Muhyina-Syaiful, Aris Baharuddin, yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan kalau pihaknya memang melakukan sosialisasi secara massif di masyarakat. “Utamanya, ke daerah yang dihuni oleh masyarakat Makassar yang termarginalkan,” katanya.

Anggapan, Golkar, yang menyebutkan Muhyina-Syaiful sebagai bakal calon dengan kekuatan finansial yang mumpuni, ditanggapi santai oleh Aris. “Kita justru sudah sepakat dengan seluruh tim pemenangan dan konsultan politik, untuk merebut Pilwalkot Makassar dengan cost yang murah. Dan saat ini, saya tegaskan kalau Muhyina-Syaiful kita mampu berhemat dalam mengikuti seluruh tahapan,” jelasnya.

Tentu keberhasilan Muhyina dalam melakukan pergerakan tidak lepas dari strategi konsultan politik yang digunakannya, hal ini tidak dibantah oleh Aris. Menurutnya, hingga saat ini, ada sejumlah konsultan yang digunakannya. “Tapi, yang bisa saya publish itu cuma dua, yaitu Script Survei Indonesia (SSI) dan PolMark Indonesia, yang merupakan konsultan politik Jokowi-Ahok saat mengikuti Pilgub DKI Jakarta,” ungkapnya.

Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) PKS Mudzakkir Ali Jamil mengatakan, pihaknya tetap akan fokus bekerja sesuai dengan desain pemenangan yang telah dirancang. Mayarakat juga tahu siapa yang pantas dipilih.

“Kami tetap optimis Tamsil-Das’ad menjadi pilihan cerdas warga Makassar yang memang merindukan adanya perubahan ke arah kota yang nyaman, aman, dan manusiawi,” ujarnya.

Calon wali kota Makassar usungan PKS, Hanura dan PBR, Tamsil Linrung juga menambahkan, timnya tetap akan bekerja semaksimal mungkin dan akan fokus. Ia berharap timnya tidak terpengaruh terhadap penilaian pihak lain dan hasil survei.

“Yang pastinya kita tetap bekerja sesuai rencana rencana yang kita buat. Artinya kita tetap akan menyapa warga di lorong-lorong dan pemukiman kumuh. Kita mencoba yakinkan bahwa apa yang kita perbuat ini bisa memperbaiki nasib mereka,” ungkapnya.

“Misalnya kita akan bangun posko kesehatan di tiap kecamatan, posko pendidikan di tiap kecamatan. Dan kita akan berdayakan rumah-rumah warga,” tambahnya. (upi-pep-awl-ftr)