SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Basis Danny Rentan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 06 Maret 2017 09:37
Basis Danny Rentan

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Meskipun tingkat elektabilitas dan Popularitas Incumbent Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto saat ini diatas 50 persen, namun hal tersebut belum menjadi jaminan basis suara Danny Pomanto kembali solid di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Indikatornya saat ini telah banyak nama yang bermunculan sebagai bakal calon penantang yang juga memiliki basis suara dan dukungan politik riil.

Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai meskipun Danny memuncaki tren electoral jelang Pilwali, namun angka tersebut dinilainya masih bisa terkoreksi, bahkan mudah tergerus jika terdapat skenario untuk mengalahkan Danny di putaran kedua.

Suwadi menilai dalam kontestasi politik Pilkada melawan incumbent, maka skenario head to head dinilai lebih menjamin penantang untuk menang. “Salah satu contoh kita ambil Takalar, tapi saya kira untuk Pilwali Makassar celahnya lebih memungkinkan jika ada skenario putaran kedua nanti,” ujarnya, Minggu (5/3)

Menurut Suwadi pelaksanaan pilwali akan berlangsung ketat, dimana masing-masing figur yang akan bertarung memiliki tingkat kekuatan dan jaringan politik yang cukup bersaing. Hal ini pun menguatkan adanya prediksi setiap pasangan calon nantinya sulit untuk mengamankan dukungan minimal 50 persen plus satu untuk bisa lolos di putaran pertama. “Tarikan politik yang ada saat ini cukup ketat, semua potensi bisa terjadi termasuk pasangan calon mesti kerja keras untuk memenuhi syarat 50 persen plus satu, untuk bisa aman,” terangnya.

Saat ditanya, prediksi jumlah kandidat yang akan bertarung di pilwalkot Makassar, menurut Suwadi Pilwalkot Makassar banyak diincar figur populer. Diantaranya Syamsu Rizal, HA Mustaman, Husain Abdullah, Forouk M. Beta, Andi Rachmatika Dewi, Irman Yasin Limpo, Rusdin Abdullah, Isradi Zainal, Ibrahim Saleh, Adi Rasyid Ali, dan Rudy P. Goni. “Hampir semua kuat, hanya saja yang bisa menantang Danny secara signifikan kalau bukan Deng Ical, pak Irman YL. Tapi kalau PAK IAS turun tangan Cicu bakal memandang Danny,” terangnya.

Dia menambahkan, belum lagi parpol yang mengusung kader internal seperti PKS, Hanura, Gerindra dan PPP.

[NEXT-RASUL]

“Kondisi tersebut membuka ruang pertarungan menjadi sangat dinamis. Jadi masih ada peluang untuk kandidat lain,” tuturnya.

Sebelumnya Pengamat politik Juanda Alim memberi gambaran tiga skenario yang bisa menjungkalkan elektabilitas Danny. Sebelumnya, Juanda juga mengkalkulasi kekuatan Irman Yasin Limpo sebagai lawan sepadan sang incumbent.

Ads skenario yang dipaparkan Juanda diantaranya, jika poros alternatif muncul. Aliyah Mustika Ilham misalnya. Ical bisa saja mundur, dan Aliyah maju. “Kalau dibanding Cicu (Rahmatika Dewi), Aliyah masih lebih tangguh. Suaranya riil. Berpasangan dengan siapapun, akan menjadi ancaman bagi Danny,  tandas Juanda.

Aliyah bisa menggerus suara Danny di arus bawah. Apalagi di kalangan perempuan. Juanda menjelaskan, kekuatan suara tradisional Ilham Arief Sirajuddin masih menyebar sangat dalam ke masyarakat Makassar. Dan Aliyah berada di posisi yang sangat mungkin untuk merebut itu. “Magnet Pak Ilham di arus bawah masih luar biasa. Kalau ini yang terjadi, angka 50 persen yang dipegang Danny mudah digerogoti,” katanya.

Menurut Juanda, jika Aliyah maju kemungkinan ia akan memilih birokrat untuk menggembosi struktur suara Danny di kalangan PNS. “Ibrahim Saleh misalnya. Ini bisa saja jadi alternatif karena Aliyah nda mungkin berpaket politisi. Hati-hati, Ibrahim ini kekuatan internal tak tak boleh diremehkan Danny,” sebut Juanda.

Skenario berikut, Aliyah tidak maju, tetapi mendorong Rahmatika Dewi. Skenario inipun sama potensi ancamannya dengan Aliyah. “Rahmatika pasti di gerbong IAS juga. Saya yakin, Rahmatika pun kalau maju akan memilih berpasangan dengan birokrat IYL atau Ibe,” urainya.

[NEXT-RASUL]

Sementara, Jaringan Danny Pomanto (JDP) optimis Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto akan kembali terpilih pada pemilihan Wali Kota Makassar (Pilwalkot) 2018 mendatang. Dimana, JDP sendiri telah melebarkan sayap pemenangannya hingga tingkat RT/RW se Kota Makassar untuk mendulang dukungan kepada Danny Pomanto.

Juru Bicara JDP, Abdul Haris Awie mengatakan, langkah yang diambil untuk menjadikan Danny Pomanto kembali menang adalah dengan membentuk tim-tim yang ada ditiap kecamatan se Kota Makassar. “Jadi langkahnya kalau di DJP itu adalah pembentukan tim sampai di TPS nantinya. Jadi sekarang kita juga punya tim disetip kecamatan, yang berasal dari tim-tim yang terbentuk di kelurahan,” ungkapnya.

Haris mengakui, hingga saat ini anggota DJP sendiri telah memasuki angka ribuan orang. Dimana, orang-orang tersebut nantinya akan terus bekerja demi mengumpulkan dukungan kepada Danny Pomanto. Bahkan, kata Haris, DJP yakin dan percaya Danny Pomanto akan menang telak dari pesaing-pesaingnya. “yang jelasnya nanti kita target menang telak lah,” jelasnya.

Haris tidak menampik, para anggota maupun relawan dari Danny Pomanto sewaktu-waktu dapat berpindah arah dukungannya ke kandidat lain. Namun, ia menuturkan, DJP telah memiliki regulasi dan sitem tersendiri untuk dapat memantau seluruh kegiatan dari relawan. “Kalau persoalan relawan dari pak Danny, tidak menutup kemungkinan kalau nantinya pindah kelain hati. Kita juga ada sistem yang sementara kita buat regulasinya untuk memonitor jadi lapis berlapis lah untuk relawan pak Danny nantinya,” terangnya.

Sementara, terkait arah dukungan politik parpol di Pilwali Makassar, Pakar Politik Universtias Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan hingga saat ini dirinya belum melihat konteks dukungan riil parpol. Seperti dicontohkan partai Golkar yang mewacanakan ingin memaketkan Danny Pomanto dengan Farouk M Betta. “Saya melihat Golkar belum memastikan mengusung Pak Danny dengan Pak Aru, apalagi saat ini saya lihat Golkar akan mendeklarasikan kadernya menjadi kosong satu,” katanya.

Namun dirinya menuturkan jika paket Danny dengan Aru memiliki potensi paket yang cukup unggul dibanding simulasi paket lainnya. Apalagi hubungan Walikota dengan Ketua Golkar Makassar ini cukup harmonis. “Memang potensi ada, tapi saya kira pak Dany butuh profil seperti Pak Aru. Dan ini akan menjadi paket yang ideal,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Kendati demikikan Danny harus bekerja, begitu pula dengan Aru jika memang ingin berpasangan Pilwalkot. “Memang ideal jika pak Danny berpasangan dengan Aru, namun lebih baiknya mereka saat ini jalan sendri-sendri terlebih dahulu untuk meningkatkan ektabilitas,” ungkapnya. (E)


div>