KAMIS , 26 APRIL 2018

Bawaslu Akui Banyak Laporan APK yang Melanggar

Reporter:

Suryad Maswatu

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Maret 2018 13:15
Bawaslu Akui Banyak Laporan APK yang Melanggar

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi. (Dok.RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSEL.COM – Memasuki bulan kedua masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel belum menerima laporan terkait penambahan Alat Peraga Kampanye (APK) oleh masing-masing pasangan calon di Pilkada Sulsel.

Diketahui, selain APK yang telah disediakan oleh KPU, ada keputusan dari KPU Provinsi kalau masing-masing psangan calon (paslon) bisa mencetak APK sebanyak 150 persen. Ukuran serta designnya harus sesuai dengan yang telah disepakati di KPU Provinsi.

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi menyarankan agar pihak KPU segerah melakukan koordinasi dengan tim paslon agar segala kekurangan bisa segera diselesaikan.

“Sangat penting sebenarnya. Perlu koordinasi antara tim paslon dan KPU Sehingga apa yang kurang ditambah dan yang sudah bisa dibenahi,” ujarnya,

Menurutnya, Bawaslu Sulsel, mendapat laporan terkait maraknya APK terpasang di sejumlah ruas tak sesuai yang ditentukan.

Dirinya mengakui laporan yang masuk tentang pemasangan APK itu berasal dari hampir semua kabupaten yang melaksanakan Pilkada Serentak. Padahal pemasangan APK telah diatur Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam hal penempatannya.

“Memang ada banyak laporan masuk tentang sejumlah alat peraga di sejumlah kabupaten melaksanakan pilkada,” sebut Laode

Sementara itu, kepala bagian Hukum, Teknis dan Humas KPUD Sulsel, Asrar Marlang mengatakan sejak distribusi APK dan bahan Kampanye ke berbagi daerah, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari masing-masing KPU Daerah.

“Kami belum terima laporan final dari kabupaten/kota. Baik soal penambahan APK dan BK, belum ada laporan,” ujarnya Rabu (21/3).

Selain itu, salah satu yang menjadi problem, KPU sejauh ini masih menunggu laporan dari tim pasangan calon perihal penambahan atau pemasangan APK dan bahan kampanye, di semua daerah yang dianggap masih belum maksimal.

“Kami tunggu paslon dan tim untuk memasukkan ulang jadwal kampanye. Sisi lain kita juga tunggu pelaporan tim soal APK dan BK yang dianggap perlu penambahan,” terangnya.

Diketahui, PT Adi Perkasa sebagai pemenang tender menjalankan kerjasama dengan KPU Provinsi Sulsel. Yakni penyaluran alat peraga kampanye (APK) usai dicetak sejak 26 Februari 2018 lalu.

APK dengan jumlah baliho 480 lembar, umbul-umbul 24.560 lembar dan spanduk 24.376 lembar telah didistribusikan ke 24 kabupaten /kota di Sulsel.

Baligho 480 lembar dengan 20 lembar per kabupaten kota, berikut umbul-umbul dan spanduk jumlahnya bervariasi berdasarkan luas wilayah kabupaten kota itu. Contoh kabupaten Bantaeng punya umbul-umbul 640 lembar. Sementara Barru 560 lembar. (*)


div>