RABU , 19 DESEMBER 2018

Bawaslu Makassar Investigasi Pelanggaran Pileg

Reporter:

Iskanto

Editor:

Sabtu , 27 Oktober 2018 08:20
Bawaslu Makassar Investigasi Pelanggaran Pileg

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tahapan kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 telah berjalan sejak bulan lalu. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar mengonfirmasi jika pihaknya telah menemukan beberapa kasus dugaan pelanggaran.

“Untuk saat ini ada beberapa kasus dugaan pelanggaran yang sementara dalam tahap investigasi dan masih berproses,” kata Komisioner Bawaslu Makassar, Abdul Hafid, saat dikonfirmasi, Jumat (26/10).

Pihaknya belum bisa menerangkan jumlah dugaan pelanggaran Pileg yang ditemukan oleh Bawaslu Makassar. Karena ia belum melakukan akumulasi terkait jumlahnya. Apalagi, ada juga kasus dugaan pelanggaran yang masih diproses di tingkat Panwascam.

“Mengenai jumlahnya belum bisa kami akumulasi, karena ada yang juga sementara berproses di tingkatan Panwascam,” ujarnya.

Meskipun seperti itu, Hafid memastikan jika dugaan pelanggaran yang sementara diproses oleh Bawaslu Makassar didominasi oleh pelanggaran terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK).

“Ada juga (dugaan pelanggaran perusakan APK). Tapi kami masih dalam tahap investigasi dan masih berproses,” ungkapnya.

Banyaknya laporan yang sedang diproses Bawaslu Makassar, membuat penyelenggara ini semakin memperketat pengawasan.

“Kami sangat siap, memperketat pengawasan setiap tahapan pemilu yang saat ini sedang berjalan,” pungkasnya.

Agar pengawasan ini semakin maksimal, Bawaslu Makassar telah menyiapkan beberapa program kegiatan. Salah satunya sosialisasi pengawasan partisipatif di tingkatan Panwascam.

“Sekadar penyampaian bahwa dalam waktu dekat ini akan ada kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif di tingkatan Panwascam. Dan harapan kami, bagi yang diundang agar dapat ikut berpartisipasi,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Makassar, Nursari, pernah mempertegas jika saat ini pihaknya sedang menyelelidiki beberapa kasus dugaan pelanggaran terkait APK. Kendati demikian, ia belum bisa menyebutkan siapa saja yang terlibat.

“Semua Panwascam kami juga sementara melakukan investigasi di beberapa titik,” ungkap Nursari. (*)


div>