SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Bawaslu Maros dan Lembaga Keagamaan Resmi Tandatangani MoU

Reporter:

Muhammad Iqbal

Editor:

Iskanto

Rabu , 03 Oktober 2018 09:09
Bawaslu Maros dan Lembaga Keagamaan Resmi Tandatangani MoU

int

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Dalam meningkatkan pengawasan partisipatif Pemilu 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Maros melakukan kerjasama dengan lembaga keagamaan di Maros.

Hal ini dibuktikan dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Bawaslu Kabupaten Maros dengan lembaga keagamaan Maros, di antaranya MUI Kab. Maros, Dewan Masjid Indonesia Kab. Maros, NU Kab. Maros, dan Muhammadiyah Kab. Maros di Grand Town Hotel Maros, Selasa (02/09/2018).

Ketua Bawaslu Maros, Sufirman menjelaskan jika kesepahaman tersebut ditujukan sebagai bentuk pencegahan akan terjadinya pelanggaran pemilu, khususnya politik uang dan politisasi SARA.

“Kerjasama ini tentunya bertujuan sebagai bentuk pencegahan, kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran berupa money politic dan politisasi SARA, makanya Bawaslu kemudian melakukan kerjasama dengan lembaga keagamaan,” ujarnya, Selasa (02/09).

Penandatanganan kesepahaman yang dirangkaikan pula dengan pengembangan pengawasan partisipatif pemilu 2019 tersebut disaksikan langsung oleh Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Koordinator  Divisi Pengawasan Partisipatif.

Kegiatan ini pula dihadiri oleh ketua MUI Kab. Maros, KH. Syamsul Khalik. Ketua Dewan Masjid Indonesia, H. A. Mannan Hasan. Perwakilan dari PC NU Kab. Maros, H. Alimuddin HD dan Ketua PC Muhammadiyah Kab. Maros, H. M. Amin Duddin.

Tak hanya itu, Sufirman menyampaikan, jika dalam kegiatan ini juga dibagikan buku Tausiyah Pemilu.

“Di sini kita juga melakukan pembagian buku Tausiyah Pemilu sebagai bahan tambahan untuk para mubalig dalam menyampaikan ceramah atau di tempat-tempat pengajian serta pertemuan keagamaan lainnya,” tutup Firman. (*)


div>