SABTU , 20 OKTOBER 2018

Bawaslu Minta Parpol Genjot Pendidikan Politik

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 16 Desember 2016 14:41
Bawaslu Minta Parpol Genjot Pendidikan Politik

Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Pengawasan Partisipatif pada Pemilu Provinsi Sulsel yang dilaksanakan Bawaslu Sulsel di Hotel Grand Star Kota Parepare, Jumat (16/12/2016). foto: luki amima/rakyatsulsel.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulsel menggelar sosialisasi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Pengawasan Partisipatif pada Pemilu Provinsi Sulsel.

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Grand Star Kota Parepare, Jumat (16/12/2016), dengan mengangkat tema ‘Dari Bawaslu Kita Selamatkan Pemilu Indonesia’. Kegiatan diikuti sejumlah perwakilan dari pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, pelajar, dan insan pers.

Salah seorang Pimpinan Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf, menjelaskan, saat ini banyak kerja-kerja Pemilu yang tidak bersentuhan dengan substansi penyelenggaraan Pemilu. Karenanya, kata dia, diperlukan pemantapan penanaman integritas sejak ini.

“Tujuan utamanya FGD ini untuk membangun integritas, baik pada penyelenggara, peserta, maupun partisipan pemilu,” katanya.

Pemilu tidak mungkin berintergritas tanpa partisipasi masyarakat yang berpikir integrasi. Membangun integritas, lanjut dia, akan melahirkan pemimpin ke depan yang semakin sempurna, melalui pemilu yang terhormat.

“Pemilu itu sangat penting untuk penyejahteraan rakyat, paling tidak selama lima tahun. Jadi money politic (politik uang) merupakan ekstra ekstra ordinary crime, karena akan menjadi cikal bakal korupsi,” jelasnya.

Sementara, mantan Ketua Komisi Pemilhan Umum (KPU) Provinsi Sulsel, Jayadi Nas, menyebutkan, pihaknya menemukan 38 alasan pemilih tidak datang memilih. Sehingga, partisipasi masyarakat dalam Pemilu, harus terus ditingkatkan.

“Suara masyarakat sangat menentukan nasib suatu daerah, sehingga selain menanamkan integritas, masyarakat juga harus disadarkan akan pentingnya menyalurkan hak konstitusi,” jelasnya. (***)


div>