KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Bawaslu Petakan TPS Rawan di Pemilu 2019

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Senin , 15 Oktober 2018 09:00
Bawaslu Petakan TPS Rawan di Pemilu 2019

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi. (Dok.RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel terus mengidentifikasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dianggap rawan.

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi mengatakan, dari identifikasi yang dilakukan, pihaknya menemukan sejumlah TPS yang rawan akan terjadi kecurangan. Meski demikian, pihaknya masih enggan menyebutkan TPS tersebut.

“Pada akhirnya akan kami rinci. Yang jelas TPS rawan itu yang berpotensi terjadi kecurangan,” ujar Laode Arumahi.

Menurut Laode, identifikasi itu merupakan gerakan Bawaslu Sulsel atas sikap kewaspadaan dalam pagelaran Pileg dan Pilpres 2019. “Yang pasti ini patut diwaspadai, kami sudah mengidentifikasi TPS rawan di beberapa lokasi,” terang Laode.

Meski tak menyebut lokasi, Laode Arumahi menjelaskan, pihaknya menggunakan beberapa metode pendekatan dalam melihat TPS yang teridentifikasi rawan. Variabelnya, kata Laode Arumahi, misalnya soal desa terpencil, pulau-pulau. Hal ini sesuai deteksi oleh Bawasku RI terkait daerah rawan saat pemilu.

“Jadi TPS rawan pemilu menggunakan beberapa variabel mulai dari jumlah pemilih yang cukup besar, di pulau-pulau, desa terpencil, akurasi data pemilih, hilangnya hak pilih, politik uang, netralitas KPPS ,dan aparatur sipil negara,” jelas Laode Arumahi.

Terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel dalam waktu dekat ini akan menggelar rapat koordinasi pembahasan logistik Pemilu 2019.

Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Syarifuddin Jurdi mengatakan, rakor akan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 19 hingga 21 Oktober di Hotel Fave, Jalan Pelita Raya Makassar. “Jadi, kita akan bahas teknis dan distribusi logistik Pemilu,” ujarnya.

Tujuan dari rakor ini, kata dia untuk mendata kesiapan KPU kabupaten dan kota tentang penyimpanan logistik Pemilu 2019 dan juga untuk mempersiapkan alat kelengkapan tempat pemungutan suara (TPS).

“Nanti juga hadir perwakilan KPUD. Membahas alat kelengkapan TPS harus diadakan tahun ini makanya perlu dilakukan bimbingan teknis,” jelas akademisi UIN Alauddin Makassar itu.

KPU kata dia, juga sudah melakukan pemantuan tempat penyimpanan logistik Pemilu 2019 di sejumlah kabupaten dan kota sebelum logistik tersebut didistribusikan ke Sulawesi Selatan.

“Hampir sebagian kabupaten dan kota kami sudah melakukan pemantuan tempat penyimpanan logistik Pemilu 2019. Ini untuk memastikan kesiapan,” katanya.

Kabupaten dan kota yang dimaksud seperti Kabupaten Bulukumba, Selayar, Sidrap, dan Pinrang. Dari hasil pantuan itu kata dia, ada layak digunakan dan ada pula yang tidak. Ia meminta agar tempat penyimpanan logistik yang kurang layak agar bisa diperbaiki untuk dapat menampung logistik yang berbahan kertas dan kardus. (*)


div>