KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Bawaslu ‘Warning’ ASN dan Penyelenggara Pemilu Untuk Tetap Netral

Reporter:

Cherly

Editor:

Iskanto

Kamis , 18 Oktober 2018 10:00
Bawaslu ‘Warning’ ASN dan Penyelenggara Pemilu Untuk Tetap Netral

KPU Torut gelar konferensi pers tentang GHMP dan GKSP.

TORAJAUTARA, RAKYATSULSEL.COM – Bawaslu Toraja Utara menghimbau segenap Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Lembang (Kalem) serta penyelenggara untuk netral pada Pemilu 2019 mendatang. Apabila diketahui ada ASN ataupun penyelenggara yang terlibat maka akan dikenakan sanksi pidana.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Bawaslu Toraja Utara, Andarias Duma di sela- sela konferensi pers KPU Toraja Utara tentang Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) dan Gerakan Ketuk Seribu Pintu (GKSP) dikantor KPU Toraja Utara, Selasa (16/10).

Lebih lanjut Andarias mengatakan bahwa ASN, Kalem, penyelenggaraa dan bahkan TNI/Polri agar netral karena bawaslu dan jajarannya akan pro-aktif melakukan pengawasan. Dan jika menemukan pelanggaran akan ditindaki sesuai aturan yang ada.

Andarias menjelaskan program GHMP dan GKSP ini sangat didukung Bawaslu agar semua masyarakat yang memenuhi syarat dapat menyalurkan hak suaranya.

Sementara itu Ketua KPU Toraja Utara, Bonnie Freedom mengatakan bahwa gerakan GHMP dan GKSP ini adalah program yang dicanangkan KPU pusat dalam rangka melindungi hak suara masyarakat yang memenuhi syarat.

Dan secara serentak di Indonesia KPU dan jajarannya, Rabu 17 Oktober akan melakukan kegiatan untuk menerima tanggapan dari masyarakat. Mengenai administrasi kependudukan, yakni KTP atau KK untuk di cek di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan jika belum terdaftar bisa mengisi form yang ada untuk dimasukkan data. (*)


div>