KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Baznas Target Himpun Zakat Hingga Rp16 Miliar

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 12 Juni 2018 12:00
Baznas Target Himpun Zakat Hingga Rp16 Miliar

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar menargetkan bisa menghimpun zakat hingga Rp16 miliar, baik zakat mal maupun zakat fitrah.
Ketua Baznas Kota Makassar, Anis Zakaria Kamma mengaku optimistis bisa mencapai target tersebut, beberapa tahun terakhir ini perhimpunan zakat terus mengalami peningkatan.

Tercatat, tahun 2015 lalu perhimpunan zakat melalui amil zakat hanya mencapai Rp1,9 miliar. Angka itu meningkat di tahun 2016 menjadi Rp4 miliar, dan di tahun 2017 kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan lantaran bisa tembus Rp9 miliar.

Makanya itu, dia mengaku terus berupaya memberikan sosialisasi kepada wajib zakat agar mau menyalurkan zakatnya melalui Baznas, agar zakat yang disalurkan itu bisa tepat sasaran.

“Terget kita tahun ini untuk zakat fitrah dan zakat mal sekitar Rp16 miliar. Kita terus berupaya untuk mengoptimalkan sosialisasi, termasuk memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana pendistribusiannya. Jangan sampai mereka enggan berzakat karena tidak yakin bahwa apakah betul zakatnya itu di distribusikan kepada yang berhak,” jelas Anis, Senin (11/6) kemarin.

Kendati demikian, diakui Anis bahwa pengelola zakat saat ini belum maksimal. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang belum memahami tata cara pengelolaan zakat. Itu juga terlihat minimnya masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui unit pengelolaan zakat (UPZ) yang tersebar di seluruh masjid-masjid di Kota Makassar.

Bahkan, data Baznas dari 300 UPZ, hanya sekitar Rp2 miliar zakat fitrah yang berhasil disalurkan ke masyarakat yang kurang mampu.

Termasuk juga mendata jumlah penerima zakat. Pasalnya, kata Anis sejauh ini pendataan masyarakat yang berhak menerima zakat baru melalui kecamatan dan kelurahan, belum maksimal di pendataan UPZ, padahal pengurus masjid melalui UPZ dinilai lebih paham mana masyarakat yang berhak menerima zakat.

“Pendataannya masih melalui camat lurah di kombinasikan dengan UPZ masjid, karena Insya Allah kalau semua masjid sudah terbentuk UPZnya dan mereka sudah melakukan pendataan secara maksimal. Insya Allah kita bisa menghadirkan data valid sehingga itu bisa digunakan untuk mendistribusikan zakat dan data bisa dimanfaatkan oleh lembaga lain,” jelas Anis.

Lanjutnya, sampai saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang menyalurkan zakatnya melalui amil zakat. Kendati belum seberapa, namun Anis berharap agar perusahaan dan masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui amil zakat resmi terus meningkat.

“Sudah ada beberapa pengusaha yang datang kesini (Baznas) menyerahkan zakatnya, belum begitu banyak (perusahaan) sehingga menjadi imbauan kepada seluruh pengusaha, supaya zakatnya tersalurkan sesuai dengan syariat Islam, karena zakat tidak melalui amil sangat dekat dengan infak sedekah,” terangnya. (*)


div>