KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Bea Cukai Selamatkan Uang Negara Rp1,3 Miliar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 11 April 2017 11:18
Bea Cukai Selamatkan Uang Negara Rp1,3 Miliar

Tim Penindakan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Sulawesi merilis hasil sitaan tembakau ilegal, Senin (10/4). foto: qudratullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 4 juta lebih batang tembakau ilegal siap edar berhasil digagalkan Tim Penindakan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Sulawesi. Tembakau ilegal ini berasal dari Jawa Timur yang dikirim melalui kapal roro dan pesawat dengan rute Surabaya-Makassar.

Terungkapnya penyulundupan tersebut, setelah Bea Cukai Sulawesi menerima informasi dari Surabaya akan adanya ribuan batang tembakau ilegal akan tiba di Makassar.

“Kami dapat informasi dari Jawa Timur bahwa ada ribuan batang tembakau ilegal tiba di Makassar dengan menggunakan kapal roro dan mobil truck 10 roda (ekspedisi). Dari situ, kami menggeledah gudang dan hasilnya kami menemukan ribuan tembakau ilegal tanpa menggunakan pita bea cukai,” ujar Pelaksanaan Kanwil Bea Cukai Sulawesi, Asri Rahim di Kanwil Bea dan Cukai, Jl Satando, Makassar diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (11/4).

Ia menjelaskan, sebanyak ribuan batang tembakau ilegal ditemukan di gudang ekspedisi di Jl Teuku Umar dan Bandara Sultan Hasanuddin. “Sasarannya itu kalangan ke bawah, yang di daerah pelosok-pelosok daerah,” terangnya.

Diduga, penyelundupan ini melibatkan pihak ekspedisi karena menyembunyikan keberadaan pelaku pemilik tembakau. “Belum mendapatkan info yang jelas, biasa ada nama pabriknya tapi ini disamarkan nama penerima dan alamatnya. Seandainya nama pabriknya tercantum mungkin kami pasti dapat telusuri keberadaan pabriknya,” katanya.

Kepala Seksi Penyidikan, Akbar menjelaskan, pihak pemilik tembakau ilegal ini mencampur rokok dengan barang lainnya di atas truck.
“Kalau diperkirakan, nilai barang ini sebesar Rp2,6 miliar. Kerugian negara yang diselamatkan yakni Rp1,3 miliar,” pungkasnya.

Sepanjang April 2017, Kanwil Bea Cukai Sulawesi berhasil melakukan pencegahan tembakau ilegal sebanyak 15 juta batang dan mengamankan potensi kerugian negara sebesar Rp4,9 miliar. (***)


div>