RABU , 14 NOVEMBER 2018

Bea Cukai Sulawesi Musnahkan 5,5 Juta Rokok Ilegal dan 6,224 Miras Dimusnahkan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 24 Mei 2017 17:57
Bea Cukai Sulawesi Musnahkan 5,5 Juta Rokok Ilegal dan 6,224 Miras Dimusnahkan

Suasana pemusnahan sebanyak 5,5 juta batang rokok ilegal dan 6,224 botolan minuman keras ilegal di Kanwil Sulawesi Bea dan Cukai, Jalan Satando, Makassar, Rabu (24/5). Foto: Reza/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Sulawesi telah memusnahkan sebanyak 5,5 juta batang rokok ilegal dan 6,224 botolan minuman keras ilegal di Kanwil Sulawesi Bea dan Cukai, Jalan Satando, Makassar, Rabu (24/5).

Pemusnahan itu dilakukan berdasarkan hasil putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa lantaran diduga menyimpan dan menyiapkan serta menjual secara melawan hukum keras sehingga pihak terdakwah, Muhammad Hendra dengan bernomor 35/PID.Sus/2017/PNSGM pada tanggal 6 April 2017 mendapatkan putusan 1 tahun penjara dan barang bukti di musnahkan.

Kabid Kepatuhan Internal Dirjen Bea dan Cukai Kanwil Sulawesi, Syamsul Bahri, mengatakan pemusnahan ini berupa berbagai jenis merk minuman beralkohol ilegal dan sejumlah batang rokok ilegal.

“Pemusnahanan ini merupakan upaya pemberantasan barang ilegal di Sulsel. Sejumlah barang ilegal yang dimusnahkan lantaran tidak menggunakan pita cukai, pita palsu,” katanya.
Ia menyebutkan, ada berbagai jenis merek minuman keras ilegal tak menggunakan pita palsu, “Miras ilegal tak menggunakan pita cukai ini, diantaranya Black Label, Absolute Vodka, Carlo Rossi, Chivas 12, Jack Daniels, Martel VSDP, Red label, Pu Tao Chin China, smirnoff dan berbagai merek wine serta dari berbagai merek rokok,” rincinya.

Ia mengungkapkan, omzet dari ribuan botol miras dan jutaan batang rokok ilegal diperjual belikan bisa mencapai Rp 5,5 miliar.

“Jadi total kerugian negara itu, bisa capai Rp 2 miliar. Pemusnahan akan dilakukan di TPA Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala, Makassar,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Sulawesi, Agus Amiwijaya, menjelaskan selama Januri sampai April 2017 saat ini, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 17 juta batang rokok ilegal.

“Waktu tahun 2016 lalu kami melakukan penindakan dan mengamankan pemiliknya bernama Muhammad Hendra. Disitu kami hanya sidik pemiliknya, dan dia diketahui tinggal di gudang. Jadi kami aman kan barang dan dokumennya, sampai p21 diserah terimakan beserta pemiliknya ke Kejari. Lalu, ditetapkan sebagai terpidana 1 tahun penjara,” jelasnya.

Pengakuan pelaku terhadap penyidik, bahwa barang ilegal itu akan rencana diedarkan di wilayah Sulsel, Sulbar, dan Sultra.

Menurutnya, barang ilegal itu mempunyai berbagai macam modus untuk bisa meloloskan ke Sulawesi.

“Barang ini berasal dari Jawa Timur, mereka masuk ke sini menggunakan mobil ekspedisi, ada yang menggunakan pick up. Ada juga dari kapal kayu dengan muat 10 karton. Bahkan, ada yang menggunakan kontainer dengan mencampurkan beras dan material yang lain,” pungkasnya.


Tag
div>