SELASA , 12 DESEMBER 2017

Beda Nasib Duo Petahana

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 27 Oktober 2017 10:38
Beda Nasib Duo Petahana

Dok. RakyatSulsel

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di 12 kabupaten/kota, akan diwarnai dengan pertarungan duo petahana. Ada yang melenggang mulus dengan didukung banyak partai politik, ada pula yang terseok-seok untuk mendapatkan rekomendasi partai.

Berdasarkan data yang ada, ada enam daerah penyelenggara pilkada yang melibatkan pertarungan dua petahana. Antara lain Moh Ramdhan Pomanto – Syamsu Rizal di Makassar, Iksan Iskandar – Mulyadi Mustamu di Jeneponto, Taufan Pawe – Faisal Andi Sapada di Parepare, Sabirin Yahya – Fajar Yanwar di Sinjai, Judas Amir – Akhmad Syarifuddin di Palopo, dan Muslimin Bando – HM Amiruddin di Enrekang.

Di Pilwalkot Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto bisa bebas melaju menuju pertarungan. Dukungan sejumlah parpol besar telah dikantongi Danny. Seperti PPP (5 kursi), PDIP (4 kursi), PKPI (1 kursi), PAN (4 kursi), Gerindra (5 kursi), PKS (5 kursi) dan PKB (1 kursi). Jika ditotal, Danny telah mendapat dukungan 25 kursi. Sedangkan yang dipersyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya 10 kursi.

Berbeda dengan Syamsu Rizal. Bahkan partai tempat ia bernaung, yakni Demokrat, hingga saat belum memberinya kepastian. Harapan Wakil Wali Kota Makassar ini kini tersisa pada Demokrat (7 kursi) dan Hanura (5 kursi).

Pasalnya, NasDem dan Golkar hampir pasti berkoalisi dengan mengusung kadernya masing-masing.

Di Jeneponto, hubungan bupati dan wakil bupati, Iksan Iskandar – Mulyadi Mustamu, telah lama retak. Menuju pilkada nanti, Iksan yang merupakan Ketua Golkar Jeneponto memilih berpasangan dengan Paris Yasir, Ketua Gerindra Jeneponto.

Sedangkan Mulyadi Mustamu yang notabene adalah Ketua Hanura Jeneponto akan berpaket dengan Ketua DPRD Jeneponto Kasmin Makkamula dari Demokrat.


div>