KAMIS , 14 DESEMBER 2017

Begini Cara Dokter dan Perawat RSUD Parepare Layani Pasien Tanpa Identitas

Reporter:

Editor:

niar

Rabu , 11 Oktober 2017 13:41
Begini Cara Dokter dan Perawat RSUD Parepare Layani Pasien Tanpa Identitas

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- “Kami tidak mengenal siapa yang kami rawat, kami merawat mereka dengan ikhlas dan sepenuh hati, karena selain pelayanan, kami juga memerankan fungsi sosial,” demikian sebaris kalimat yang disampaikan Hj Farida, Kepala Sub Bidang Humas dan Pemasaran RSUD Andi Makkasau Parepare, Rabu, (11/10/2017).

Memberikan pelayanan prima terhadap pasien adalah tujuan utama managemen RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, bukan hanya bagi pasien dengan identitas yang lengkap, namun juga kepada pasien yang membutuhkan, meski tanpa identitas.

Ditulis di laman Facebooknya, dengan nama akun Farida Yunus, Kasubid Humas ini, menyampaikan terima kasih kepada para Dokter dan perawat RSUD yang telah merawat sepenuh hati seorang pasien yang awal dirawat tak diketahui identitasnya.

Begini kutipan status Farida Yunus di laman FB miliknya:

“Terima kasih Dinas Sosial, Dokter Ayu Purnamasari, Sp.Pd, dokter IGD Perawat Teratai, Perawat IGD dan semua pihak atas kerjasamanya yang telah merawat dg penuh keikhlasan, walaupun pasien Mr. X tdk punya keluarga tp pihak Rsu Andi Makasau tetap melayani dengan hati sampai sembuh serta diantar pulang ke kampung halamannya di Tanru Tedong Sidrap oleh Dinas Sosial,” tulis Farida.

Ditanyai mengenai pasien tanpa identitas tersebut, Hj Farida menjelaskan, jika pihak RSUD merawat pasien tersebut selama enam hari. Tiga hari di IGD, dan tiga hari di ruang Teratai kata dia.

“Personil Call Centre 112 yang mengantar pasien tersebut dalam keadaan lemas. Belakangan saat sembuh baru ditahu namanya Pak La Bette ini karena waktu masih sakit, ia tidak bisa mengingat nama atau identitasnya, kendati demikian para perawat dan Dokter penuh keikhlasan melayani dengan sepenuh hati,” ujar Farida.

Setelah sembuh dan mengetahui identitas pasien, pihak RSUD kata Farida langsung menghubungi Dinas Sosial untuk mengantar warga tersebut hingga ke kampung halamannya, di Kabupaten Sidrap.

“Semua biaya pengobatan ditanggung pihak rumah sakit karena selain sudah paruh baya, warga tersebut memang sangat membutuhkan. Inilah fungsi sosial dari rumah sakit. Setelah benar-benar sembuh kita koordinasi ke Dinsos, dan Alhamdulillah Pak Labette diantar hingga depan rumah keluarganya di Sidrap,” ungkap Farida.


div>