KAMIS , 24 MEI 2018

Begini Cara Kopertis IX “Binasakan” Kampus Abal-abal di Sulsel

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Lukman

Minggu , 11 Februari 2018 20:40
Begini Cara Kopertis IX “Binasakan” Kampus Abal-abal di Sulsel

Prof Dr Jasruddin MSi

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Maraknya kampus abal-abal di Sulsel khususnya di Kota Makassar menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Koordinator Kopertis Wilayah IX Suslel untuk melakukan pembinaan dan “membinasakan”.

Tentu untuk “membinasakan kampus nakal yang sering melakukan mal praktek bukan hal sulit. Namun itu pekerjaan berat yang harus dicarikan solusi dari tahun ke tahun. Bahkan kampus kategori abal-abal menjamu di Suslel, tidak sedikit merugikan mahasiswa karena ada yang tak diizinkan menggelar wisuda di tahun 2017 lalu.

Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin MSi mengaku masih melakukan pendataan terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk menertibkan kampus yang hingga saat ini belum diizinkan untuk menggelar wisuda.

“Masalah PTS di Makassar cukup beragam, jadi penanganannya harus sesuai konteks. Kami akan berusahan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan secara komprehensif,” kata Jasrudin, Minggu (11/2).

Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) ini meski baru menjabat Kopertis Januari 2018 lalu. Akan tetapi ia berjanji akan bekerja maksimal sesuai tupoksi Kopertis yaitu melakukan Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan (Wasdalbin).

Dengan demikian, mantan Direktur PPs UNM ini akan melakukan pengawasan berbasis IT melalui Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) untuk mendeteksi kampus yang bermasalah, baik administrasi mapun legalitas hukum.

Kendati demikian, ia juga berjanji akan membantu PTS yang bermasalah untuk solusi terbaik demi kemajuan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Suslel.

“Kami Yakin teman teman PTS yang bersangkutan akan kooperatif, bahkan akan membntu untuk penyelesaian komprehensif tersebut. Untuk mengatasai maslah beragam tersebut tidak terulang lagi pada PTS. Maka akan dibangun sistem pangkalan data berbasis IT yang sesuai kebutuhan,” terangnya.

Dia menambahkan, Pimpinan Kopertis Wilayah IX akan mengatasi secara dini, khususnya masalah akademik atmosfir yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan daya saing alumni.

“Makanya sistem harus dibangun. Dari kerja sistem itulah yang akan memastikan penyelesaian,” pungkasnya. (*)


div>