SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Begini Cara Pasangan Sehati Atasi Ketidakstabilan Harga Komoditi di Sinjai

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 06 April 2018 23:58
Begini Cara Pasangan Sehati Atasi Ketidakstabilan Harga Komoditi di Sinjai

Andi Seto Gadistha Asapa saat menggelar kampanye.

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM – Apresiasi masyarakat Bumi Panrita Kitta terus nampak dikala kandidat nomor urut 1 di Pilkada Sinjai Andi Seto Gadistha Asapa – Andi Kartini Ottong (Sehati) menyapa di sejumlah titik di Kabupaten Sinjai pasca ditetapkan sebagai kontestan Pemilukada 2018.

Bahkan kekaguman masyarakat sulit dibendung dengan tawaran program yang dijabarkan dalam bentuk visi misi duet yang dikenal Muda, Cerdas, Terdidik dan Merakyat tersebut. Pasalnya, program unggulan yang ditawarkan dianggap mampu mengatasi persolan yang ada di Kabupaten Sinjai.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Sinjai sebagian besar menggantungkan penghidupannya sebagai petani, nelayan dan petani rumput laut. Ketidakstabilan harga jual hasil pertanian pun kerab menjadi keluhan sebagian besar warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Andi Seto Gadistha Asapa mengaku telah menyiapkan solusi atas persoalan ketidakstabilan harga yang kerab menjadi keluhan rakyat Sinjai. Sebab, majunya bersama mantan Wakil Ketua DPRD Sinjai Andi Kartini Ottong, setelah menulusuri dan memahami anatomi di Sinjai.

“Memang persoalan jaminan stabilitas harga jual beli pertanian, perkebunan dan perikanan sering kita dengar di beberapa daerah, terkhusus di Kabupaten Sinjai saya bersama Andi Kartini sudah punya solusi terkait hal itu,” kata putra mantan Bupati Sinjai dua periode Andi Rudianto Asapa diberbagai kesempatan kampanye dialogis.

Kedepannya, kata Politisi muda tersebut, dimana pemerintah nantinya akan menyiapkan bagaimana hasil kebun masyarakat menjadi standardisasis harga dan tidak akan merugikan lagi. Itu, kalau pasangan berjargon SEHATI tepilih pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

“Yang pasti persoalan ini kami sudah pikirkan secara matang dan pengakajian. Pemerintahan nantinya akan meningkatkan perannya dalam menekan pihak yang kerap memainkan harga komoditias pertanian,” tegas lulusan luar Negeri itu. (*)


div>