KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Begini Harapan Ketua GP Ansor Maros di Konferwil ke XIII NU Sulsel

Reporter:

Editor:

Muhammad Alief

Minggu , 28 Oktober 2018 00:03
Begini Harapan Ketua GP Ansor Maros di Konferwil ke XIII NU Sulsel

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Kabupaten Maros, Abrar Rahman

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Kabupaten Maros, Abrar Rahman, menyampaikan selamat dan sukses atas pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) ke XIII, Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar 27-28 Oktober 2018, di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM).

“Kami di Ansor selaku Badan Otonom dari Nahdlatul Ulama, mengucapkan selamat atas terlaksananya Konfirwil XIII ini. Kami tentu sangat berharap besar agar Ketua yang terpilih mampu mengemban amanah jamiyah (organisasi) NU secara optimal,” ujar Abrar.

Menurutnya, PW NU Sulsel saat ini butuh figur pemersatu, pekerja keras dan konsolidator yang mumpuni, karena NU memiliki cakupan kerja yang sangat luas, selain itu sinergitas dan  fungsi koordinasi juga harus berjalan baik kedepan antara NU Wilayah dan NU Cabang serta Badan Otonom dan Lajnah, agar bisa menjawab kebutuhan antara jamiyah dan jamaah.

“Siapapun yang terpilih harus mampu mengkonsolidasi struktur dengan baik dan efektif serta mampu mendrive seluruh Badan Otonom dan Lembaga (Lajnah) ditubuh NU sendiri, agar berjalan optimal sesuai tupoksi masing-masing, sehingga fungsi NU bisa berjalan dengan optimal sesuai kondisi zaman dan yang terpenting dirasakan manfaatnya oleh jamaah,” harap Abrar.

Ia juga menekankan agar program-program NU kedepan harus bertumpu pada prinsip-prinsip dasar NU, yakni pertama, at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Karena itu dakwah kader NU harus terus mendakwahkan Islam yang ramah atau Islam yang Rahmatan Lil Alamiin.

Kedua at-tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil ‘aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits) dan yang ketiga, al-i’tidal atau tegak lurus.

“Selain ketiga prinsip ini, golongan Ahlussunnah wal Jama’ah juga mengamalkan sikap tasamuh atau toleransi. Yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Namun bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini,” pungkasnya. (*)


Tag
div>