RABU , 14 NOVEMBER 2018

Begini Kritik Arqam Azikin, Soal Prof NA Yang Gelar Rapat di Restaurant Mewah

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Rabu , 17 Oktober 2018 20:48
Begini Kritik Arqam Azikin, Soal Prof NA Yang Gelar Rapat di Restaurant Mewah

Arqam Azikin

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Belum usai wacana Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah (NA) yang mengusulkan pengadaan transportasi udara (helikopter) sebagai kendaraan dalam setiap kunjungannya yang masih terus dibahas, NA kembali menuai kritik dari sejumlah kalangan.

Terbaru, NA disoroti lantaran ia menggelar pertemuan tertutup bersama sejumlah pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Sulsel, di Sunachi Restaurant Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (16/10) lalu.

Salah satu yang mengkritik mantan bupati Bantaeng dua periode tersebut dilontarkan akademisi Universitas Muhammadiyah Makassar, Arqam Azikin.

“Banyak teman-teman yang menghubungi saya, tokoh masyarakat tokoh pemuda tentang kegelisahan berita yang beredar kemarin tentang pak Nurdin Abdullah sebagai gubernur dan pimpinan DPRD Sulsel membahas anggaran di sebuah restaurant mewah,” ujarnya Rabu (17/10).

Sebagai akademisi dan mantan aktivis, Arqam menilai jika NA seharusnya tidak perlu menggunakan restaurant mewah dalam hal lobi-lobi kebijakan politik.

“Bagi saya, sebagai seorang Gubernur yang baru dilantik, jangan membiasakan diri memanggil pimpinan DPRD berbicara tentang kepentingan pembangunan, ditempat-tempat semacam restaurant” katanya.

Padahal, menurut Arqam, ada tiga lokasi atau tempat strategis yang bisa digunakan untuk pertemuan antara gubernur bersama para wakil rakyat untuk membahas pembangunan. Disebutkannya, yakni Gedung DPRD Sulsel, Kantor Gubernur atau Rumah Jabatan Gubernur.

“Padahal masih ada lokasi lain untuk pertemuan. Ada tiga tempat yang bisa dipakai sebagai fasilitas negara, yakni kantor Gubernur, di gedung DPRD Provinsi dan Rumah Jabatan. Bahkan, juga masih ada rumah jabatan ketua DPRD Sulsel,” terangnya.

Arqam yang juga Pengamat Politik dan Kebangsaan ini menuturkan, sebagai pimpinan di daerah, NA harus hentikan berbicara kepentingan rakyat di restaurant mewah. Selain itu, ia mengingatkan jangan sampai urusan seperti helikopter yang lalu itu, menjadi urusan bombastis Gubernur baru, karena hal itu tidak penting.

Akademisi jebolan Unhas Makassar ini menyebutkan, NA yang baru dilantik 2 sebagai gubernur, seharusnya memanfaatkan waktu 6 bulan hingga 1 tahun ke depan, untuk bekerja membahas janji politiknya untuk kepentingan rakyat.

“Jadi, hari ini yang paling penting yang saya tunggu dari Gubernur baru ini, 6 bulan pertama sampai 1 tahun ini, apa agenda pembangunan yang prestisius yang mau dilakukan,” katanya.

“Janji politik NA kemarin selama kampanye, kita sebagai warga akan kita lihat di tahun pertama ini. Jangan dulu bicara helikopter, jangan bicara bus mewah yang dibikin oleh tim transisi, jangan sampai tim transisi ini mengganggu agenda kerja legislatif dalam hal penyusunan anggaran,” kunci Arqam.


div>