KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Begini Kronologis Kadisdik Bantaeng Meninggal Dalam Kecelakaan Tunggal

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Senin , 12 Maret 2018 19:00
Begini Kronologis Kadisdik Bantaeng Meninggal Dalam Kecelakaan Tunggal

Indra Sudibyo

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Berita duka datang dari Kabupaten Bantaeng. Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Bantaeng, Andi Indra Sudibyo, meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal, Senin (12/3) sekitar pukul.04.00 wita dini hari, di Kampung Garonggong, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Mobil yang dikendarai korban yakni jenis Toyota Kijang Innova Warna Silver metalik dengan nomor polisi Pol DD 281 FI.

Saat ditemui dirumah duka, Andi Candra Sudibyo yang tidak lain adalah adik dari Almarhum menuturkan bahwa sebelumnya Almarhum itu hanya pernah mengalami satu penyakit yakni penyakit gula. Baginya, Indra Sudibyo merupakan seorang kakak yang penyabar.

“Beliau itu pernah mengalami penyakit gula, selain itu tidak ada dan dia Sosok yang penyabar,” kata Camat Bantaeng ini, kepada Harian Rakyat Sulsel, Senin (12/3).

Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Jenazah Indra Sudibyo rencananya akan dikebumikan, Selasa (13/3) besok siang, di Bakaraya, Kelurahan Pallantikan, Kecamatan Bantaeng.

“Saya jarang komunikasi dengan beliau (Indra Sudibyo), rencana akan dikebumikan besok siang,” tutupnya.

Korban sebelumnya bergerak dari arah Takalar menuju Bantaeng. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), mobil korban oleng ke kiri hingga menabrak patok bahu jalan sebelah kiri arah Banteng yang menyebabkan ban depan sebelah kiri pecah.

Akibatnya mobil korban meluncur dan terbalik di dalam sawah luar bahu jalan sebelah kiri arah Makassar.

“Setelah kejadian laka lantas tunggal ini korban langsung keluar dari mobil lewat pintu kanan depan kemudian berjalan menuju rumah warga setempat, Masrung, untuk minta pertolongan,” ujar Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Sharul.

Setelah sampai ke rumah warga, korban istirahat sejenak namum tidak lama kemudian menurut warga Masurung, korban langsung pamit ke mesjid terdekat untuk melaksanakan salat subuh berjamaah.

“Tidak lama kemudian setelah selesai Salat subuh, korban langsung terbaring dan sudah tak bernafas lagi,” kata masyarakat setempat.

Bahkan saat Jemaah masjid mengecek kondisi korban, sama sekali tidak ada luka-luka di tubuh korban akibat dari kecelakaan tunggal tersebut. (*)


div>