JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Begini Makna Hari Kartini Bagi Andi Tenri Sose

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 22 April 2018 13:49
Begini Makna Hari Kartini Bagi Andi Tenri Sose

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bulan April memang identik dengan nama seorang pahlawan yang sudah membawa perubahan bagi seluruh wanita di Indonesia.
21 April yang merupakan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini, akhirnya diperingati sebagai hari khusus untuk mengenang perjuangan beliau mempelopori kebangkitan wanita Indonesia.
Hari Kartini menjadi peringatan tahunan untuk merayakan emansipasi wanita di Indonesia. Hadirnya RA Kartini membuat sosok perempuan menjadi lebih dihargai dan disetarakan dengan pria. Lantas, bagaimana makna Hari Kartini bagi Legislator DPRD Sulsel, Andi Tenri Sose?.
Menurut Politisi Golkar ini, peringatan Hari Kartini, tak sekadar memperingati kelahiran pejuang emansipasi tersebut, namun sebagai momentum bagi wanita masa kini, untuk memahami bahwa untuk mengubah dunia menjadi lebih baik, hal paling pertama yang harus dilakukan adalah memberikan kesempatan dan memberdayakan kaum perempuan.
“Bagi wanita masa kini, Hari Kartini bukan lagi soal memperingati kelahiran pahlawan RA Kartini. Tapi bagaimana mengingatkan konsep emansipasi dan kesetaraan wanita dapat membuat dunia dan seluruh kehidupan di dalamnya menjadi lebih baik melalui kemandirian, kepedulian, dan cinta kasih,” tutur putri Mayjen (Purn) H Andi Sose ini, Jumat (20/4).
Namun, ia juga mengingatkan jika perempuan tidak boleh terlena dengan emansipasi sehingga melupakan kodratnya.
“Satu harapan saya kita tidak menjadi generasi yang kebablasan. Jadi perempuan sekarang yang saya khawatir mereka terlalu mengatasnamakan emansipasi lantas melupakan kodratnya sebagai wanita,” katanya.
Menurut dia, perempuan tidak boleh melupakan kodratnya yang telah ditentukan Tuhan bahwa mereka dilahirkan untuk menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya.
Dirinya pun menegaskan kembali makna emansipasi yang sebenarnya, yakni kesamaan hak bagi kaum perempuan untuk memperoleh pendidikan dan terlibat dalam pembangunan bangsa.
Olehnya itu, ia juga berharap perempuan Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, saat ini tidak melupakan pendidikan. Sebab, ilmu merupakan hal penting agar wanita tidak direndahkan.
“Saya kira permasalahan yang paling penting itu adalah pendidikan. Pendidikan harga mati dan penting bagi perempuan. Bagaimana perempuan saat ini diberikan peluang sedemikian rupa agar kita bisa berkarya secara maksimal bisa menunjukkan potensi,” ungkapnya.
Dirinya juga sangat bersyukur bahwa di Sulsel, telah sangat banyak dari kaumnya yang terlibat dalam parlemen maupun dari pemerintahan, sehingga dapat dirasakan kontribusinya terhadap pembangunan.
“Alhamdulillah di Sulsel banyak perempuan yang telah merasakan perjuangan RA Kartini dimasa lalu. Saat ini perempuan-perempuan di Sulsel sangat banyak ikut terlibat dalam berbagai posisi atau jabatan yang selama ini diklaim hanya mampu diduduki oleh kaum pria. Bahkan, hingga ditingkat nasional dan internasional,” beber Tenri Sose.
Berbagai posisi yang dirinya maksudkan tersebut antara lain di pemerintahan, bidang teknik, pimpinan perusahaan hingga kepala daerah.
“Di Sulsel sudah banyak perkembangan kaum perempuan, misalnya dalam pemerintahan sebagai camat, bupati, legislator, rektor, kepala dinas, pimpinan perusahaan, perbankan, hingga kepala enginering. Ini berarti keterlibatan perempuan dalam pembangunan di Sulsel semakin maksimal,” ujarnya.
Andi Tenri Sose pun sangat berharap bahwa dengan modal pendidikan dan pengetahuan yang dimilikinya, dirinya berkeinginan dapat menularkan pengetahuan dan keterampilannya pada orang-orang disekitarnya, sehingga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik akan terus mengalir.
“Bagi saya saat ini sangat menginginkan dapat memberikan sesuatu bagi sesama, khususnya kaum perempuan. Saya ingin ilmu dan pengetahuan yang saya miliki dapat bermanfaat bagi orang-orang. Dengan demikian akan terus lahir Kartini-Kartini baru sesuai dengan perkembangan zaman,” pungkasnya. (*)

div>