SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Begini Solusi Paslon JAS untuk Petani Pinrang

Reporter:

Iskanto

Editor:

Ridwan Lallo

Jumat , 30 Maret 2018 21:58
Begini Solusi Paslon JAS untuk Petani Pinrang

int

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pinrang, Jamaluddin Jafar Jerre-Andi Sofyan Nawir (JAS) benar-benar sosok pemimpin yang diidam-idamkan masyarakat Pinrang.

Itu terbukti saat paslon nomor urut tiga itu melakukan sosialisasi di Desa Mangki Kecamatan Cempa, Jumat (30/3) malam. Ratusan warga yang mayoritas petani itu hadir dalam kesempatan itu.

Dihadapan warga, Triple J,–sapaan akrab Jamaluddin Jafar Jerre berjanji jika dirinya di percayakan memimpin Pinrang lima tahun kedepan,  maka dirinya akan memproritaskan kebutuhan para petani.

Salah satu cara yang ia akan lekukan dengan memberikan bantuan berupa traktor,  pompa air, bibit padi dan pupuk murah. “Itu semua untuk warga Pinrang,” ujar Triple J.

Sementara tokoh masyarakat, H Landung menilai jika salah satu dari 17 program Paslon JAS sangat pro terhadap petani. “Warga Mangki mayoritas petani,  dan kami sangat berharap semoga JAS terpilih jadi bupati dan bisa memperhatikan kebutuhan petani karena program JAS sangat pro dengan petani,” ujar H Landung.

Ia berharap agar bupati yang terpilih nantinya bisa memaksimalkan harga hasil panen petani dan menstabilkan harga padi. “Petani di Mangki sangat mengeluh adanya harga padi yang tidak stabil sedangkan harga kebutuhan petani seperti pupuk, racung dan harganya makin lama makin mahal,” keluhnya.

Sekadar diketahui, pasangan ini menggagas 17 program jika kelak terpilih sebagai bupati. Diantaranya peningkatan ekonomi kreatif dengan mencetak 100 wirausaha baru, pemberian modal usaha per tahun, beasiswa pendidikan, pendidikan masyarakat berbasis religi.

Selain itu ada peningkatan insfrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan jalan tani, pembinaan pemuda dan olahraga, Pinrang smart city, peningkatan kualitas pemerintahan dengan layanan prima aparatur dan pemerintahan yang bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme. Termasuk dibidang kesehatan. (*)


div>