RABU , 21 NOVEMBER 2018

Begini Ungkapan Bupati Banteng Soal Tiga ASN Ikut Berkampanye

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

asharabdullah

Jumat , 25 Mei 2018 17:04
Begini Ungkapan Bupati Banteng Soal Tiga ASN Ikut Berkampanye

Plt Bupati Bantaeng, Muhammad Yasin (kiri). Foto: Jejeth/RakyatSulsel

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Tiga pejabat Pemkab Bantaeng dipastikan akan menjalani sanksi administrasi di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Ketiganya terancam sanksi pemecatan oleh KASN karena terbukti terlibat dalam kampanye salah satu paslon Gubernur di Gowa, beberapa waktu lalu.

Ketiga pejabat itu adalah Camat Tompubulu Andi Muhlis Hindra (AMH), Camat Bissappu Muh Amin Basit (MAB) dan seorang lurah beranama Sitti Faridah (SF). Khusus untuk MAB, sentra Gakkumdu Kabupaten Gowa telah menetapkan dirinya sebagai tersangka dan diproses dalam tindak pidana pemilu oleh kepolisian. Dia berpotensi menjalani hukuman badan jika terbukti melakukan pelanggaran.

Bupati Bantaeng, M Yasin berharap kasus yang menimpa tiga pejabat Bantaeng itu menjadi pelajaran. Dia memberikan atensi kepada seluruh ASN lainnya untuk tetap netral di Pilkada Bantaeng.

“Harus netral. Jangan coba-coba terlibat politik praktis. Sanksinya sangat tegas,” katannya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Bantaeng Muh Saleh mengaku akan memperketat pengawasan terkait pelibatan ASN di Pilkada. Dia juga berharap, kasus tiga Pejabat Bantaeng yang terbukti terlibat politik praktis itu tidak menular ke Pilkada Bantaeng.

“Ingatlah mata Panwas itu ada di mana-mana. Jangan coba-coba terlibat politik praktis,” tegasnya.

Dia memastikan, Panwaslu akan bertindak profesional menangani kasus pelanggaran pemilu yang melibatkan ASN. Dia mengaku tidak akan pandang bulu menangani kasus ini.

“ASN yg nakal tentu akan kami proses sesuai tingkatan pelanggarannya mulai dari Administrasi sampai ke Pidana,” katanya.

Terpisah, Ketua Panwaslu Gowa Suharli mengatakan, sanksi administrasi akan dijatuhkan oleh KASN. Sanksi terberat dari kasus ini adalah pemecatan dari statusnya sebagai ASN.

“Mereka terancam dipecat dengan tidak hormat,” jelasnya. (*)


div>