RABU , 17 JANUARI 2018

Bejat, Kakek Ini Tega Sodomi Bocah SD 4 Kali

Reporter:

Baim

Editor:

Lukman

Minggu , 05 November 2017 16:15
Bejat, Kakek Ini Tega Sodomi Bocah SD 4 Kali

Pelaku sodomi bocah SD

MALILI, RAKYATSULSEL.COM – Seorang kakek di Kecamatan Malili ditahan di Polres Luwu Timur, karena menyodomi seorang murid SD. Kasus ini terungkap Minggu (5/11) setelah keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Lutim.

Korban berinisial FZ (8) pelajar kelas II di salah satu SD di Malili, sedangkan Pelakunya ABD Azis (65) yang kini berprofesi sebagai tukang ojek antar jemput korban. Sesuai hasil visum, Akibat pelecehan ini anus korban mengalami luka lecet.

Kasat Reskrim Polres Lutim, AKP Andi Akbar, menerangkan sudah menerima laporan pihak keluarga korban. Sesuai laporan polisi nomor LP/ 261 / XI/ 2017 / spkt, tanggal 4 November 2017, atas perkara persetubuhan anak dibawah umur.

Keluarga korban baru mengetahui anaknya mengalami pelecehan seksual setelah korban mengeluh kesakitan saat ingin yang air besar dan berjalan tidak normal. Korban mengakui anusnya sakit setelah disetubuhi oleh pelaku.

Ternyata perbuatan sex menyimpang ini sudah dialami korban sebanyak empat kali. yakni, 30 Oktober 2017 sampai 2 November 2017. Kejadian ini dilakukan pukul 13.00 Wita di kamar rumah pelaku Dusun Wewangriu, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili.

Adapun kronolagisnya kata Andi Akbar, korban diantar pergi ke sekolah kemudian setiba di sekolah pelaku memberikan uang sebesar Rp5.000, kepada korban dan saat jam pulang sekolah sekitar pukul 13.00 wita, pelaku menjemput korban dari sekolah.

Pelaku langsung membawa korban kerumahnya kemudian mengajak masuk kedalam kamar lalu membuka celana korban dan kemudian mencoba memasukkan penis pelaku kedalam lubang anus korban dan setelah pelaku langsung mengantar korban ke rumahnya.

“Jadi pelaku mengimingi korban dengan uang, setelah itu pelaku meminta korban merahasiakan kejadian itu, kini pelakunya sudah diamankan di Polres Lutim,” ujar Andi Akbar.

Lewat kejadian ini, Andi Akbar meminta para orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya jangan sampai kejadian serupa ini terjadi lagi pada anak-anak yang lainnya. (*)


div>