SABTU , 26 MEI 2018

Bejat! Penjaga Sekolah Cabuli Siswi SD Sampai Dua Kali

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 24 Mei 2017 11:09
Bejat! Penjaga Sekolah Cabuli Siswi SD Sampai Dua Kali

Ilustrasi.

JAKARTA – Nahas menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya). Bocah 11 tahun itu jadi korban kekerasan seksual. Ironisnya, pelaku yang mencabuli korban adalah oknum penjaga sekolah berinial HA (49).

Peristiwa ini terjadi saat siswi salah satu sekolah dasar yang berada di wilayah Distrik Abepura Kota Jayapura itu, hendak buang air kecil di kamar mandi sekolah, Selasa (23/5) pukul 09.00 WIT. Korban tidak berdaya setelah mulutnya dibekap pelaku.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pencabulan anak di bawah umur. Saat ini kasus tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jayapura Kota, korban juga telah dilakukan visum dan hasilnya telah didapatkan.

“Saat ini tersangka HA telah diamankan di Rutan Polres Jayapura Kota, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan pelaku juga akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik PPA Polres Jayapura Kota,” ungkapnya.

Dalam kejadian tersebut, kata Kamal, berawal ketika pada saat jam istirahat sekolah, korban yang berinisial Bunga (11) masuk ke kamar mandi sekolah untuk buang air kecil, tiba-tiba dari belakang korban muncul pelaku HA (49) yang langsung ikut masuk ke dalam kamar mandi tersebut.

“Pelaku kemudian mengunci kamar mandi, selanjutnya pelaku melepaskan celana korban dan melepaskan celananya sendiri yang sontak membuat korban berteriak minta tolong,” katanya.

Teriakan korban, lanjut Kamal, tidak menyurutkan niat pelaku, malahan dengan cepat pelaku membekap mulut korban sambil pelaku menyetubuhi korban. Ketika selesai menyetubuhi korban, datang saksi yang merupakan rekan kerja pelaku, untuk mengetuk pintu kamar mandi dengan niat akan membuang hajat. Pelaku menyahut dari dalam kamar mandi dan beralasan sedang membersihkan kamar mandi sambil menyuruh korban agar diam.

[NEXT-RASUL]

“Jadi karena lama menunggu saksi pun kembali, tidak berapa lama saksi melihat korban keluar dari kamar mandi dimana pelaku ada di kamar mandi tersebut,” bebernya.

Karena curiga, saksi menyuruh korban untuk ke ruang guru, saat korban ditanya oleh ibu guru pada awalnya mengelak karena ancaman dari pelaku untuk tidak menceritakan perbuatan tersebut. Karena didesak terus oleh gurunya, akhirnya korban menceritakan perbuatan tak senonoh layaknya suami istri oleh pelaku terhadap dirinya.

“Jadi korban ini bukan pertama kali ini, namun pada Jumat (19/5) Pukul 09.00 WIT, di tempat yang sama pelaku juga melakukan perbuatan yang sama,” tuturnya.

Ditambahkan, selanjutnya pihak guru menghubungi orang tua korban, dan kemudian orang tua korban melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jayapura Kota guna proses hukum. Penyidik sudah meminta keterangan saksi, membawa korban ke rumah sakit guna divisum serta menangkap pelaku dan melakukan penyidikan. (jpg)


div>