SELASA , 18 DESEMBER 2018

Belajar dari Banyuwangi, Diversifikasi Obyek Pariwisata Sulsel Mendesak

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Selasa , 15 Agustus 2017 23:51
Belajar dari Banyuwangi, Diversifikasi Obyek Pariwisata Sulsel Mendesak

Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga (ki-ka), Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel HA Musaffar Syah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Provinsi Sulsel Andi Januar Jaury Darwis, dan Deputi RCEO Bank Mandiri Wilayah Sulawesi-Maluku Tonggo Marbun pada diskusi media dengan tema 'Prospek Industri Pariwisata Sulsel' yang diselenggarakan PJI Sulsel kerja sama Bank Mandiri di Hotel Trisula Makassar, Selasa (15/8). foto: qudratullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga mengakui untuk memacu laju pariwisata di Sulsel perlu dilakukan diversifikasi usaha. Dengan mempelajari pengelolaan pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Anggiat mengatakan, sepuluh tahun sebelumnya Banyuwangi hanyalah sebuah kabupaten yang seperti biasanya dan tidak hal yang istimewa. Kehidupan 1,6 juta penduduk berjalan secara normatif tanpa banyak sorotan media, baik media nasional dan internasional.

Namun, demikian pasca pelantikan Abdullah Aswar Anas menjadi bupati terpilih sejak 21 Oktober 2010, Banyuwangi berubah secara total dengan mengusung pariwisata menjadi sektor yang akan menggerakkan sektor ekonomi Banyuwangi dan kesejahteraan masyarakat Banguwangi.

Hal ini terlihat dari PDRB 2014 sebesar Rp53,3 triliun dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 7,5 persen, bandingkan data PDRB 2010 hanya Rp32,4 triliun.

Banyuwangi telah menjelma menjadi salah satu destinasi terbaik di Indonesia yang mampu mensejajarkan diri dengan Bali dan Yogyakarta.

“Kami pernah melakukan kunjungan ke Banyuwangi dan kami sangat kagum ketika Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi memaparkan 53 even pariwisata 2016. Artinya setiap pekan ada even dan hebatnya digelar tanpa melibatkan pihak ketiga atau event organizer,” jelas Anggiat saat menjadi salah satu pemateri pada diskusi media dengan tema ‘Prospek Industri Pariwisata Sulsel’ yang diselenggarakan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel kerja sama Bank Mandiri di Hotel Trisula Makassar, Selasa (15/8).

Dia menjelaskan, semuanya dikerjakan para Satuan Kerja Perangkat Dearah (SKPD). Inilah yang unik yang memberi perbedaan dengan daerah lainnya bahwa seluruh SKPD memiliki pemahaman yang sama dan dikerjakan secara bersama dengan satu tujuan demi kemajuan pariwisata Banyuwangi bahkan dalam politik anggaran-pun para SKPD kreatif menganggarkan untuk membantu even dan festival pariwisata serta sekaligus melibatkan masyarakat untuk mengelola even masing-masing dengan anggaran yang difasilitasi Dinas Pariwisata.

[NEXT-RASUL]

Anggiat menjelaskan, dengan merancang even yang berkesibambungan Banyuwangi telah berhasil ‘menyulap’ arus kunjungan wisatawan mancanegara yang awalnya di tahun 2010 hanya 7.000 wiswan, tapi 2015 mampu mendatangkan 35.000 atau naik 500 persen dan 2016 ditargetkan akan masuk wisatawan mancanegara 50.000 orang dan wisatawan nusantara 2 juta orang.

“Banyuwangi melakukan transformasi sebagai pusat MICE dengan penyelenggaraan sebanyak 72 even berskala besar setiap tahun. Dibandingkan dengan Sulsel terutama Makassar yang hanya berada pada volume sekitar 20 event per tahun. Tidak salah Banyuwangi dijuluki ‘The City of Event and Festival’. Rasanya patut untuk belajar dengan Banyuwangi agar pariwisata Sulsel bisa jauh lebih baik,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, HA Musaffar Syah, mengatakan, dalam pengembangan industri pariwisata perlu dukungan semua stakeholder. Terutama dari pihak swasta.

“Pemerintah itu mengatur regulasi dan dalam pengembangan pariwisata bermitra dengan stakeholder, seperti PHRI, ASITA, Badan Promosi Pariwisata, dan stake holder lainnya,” jelas Musaffar.

“Dinas Pariwisata Sulsel akan terus berbenah agar para wisatawan yang datang ke Sulsel akan senang dan tidak menyesal untuk menjelajahi keindahan alam, keberagaman budaya, dan adat istiadat serta kekayaan kuliner khas Sulsel,” tambahnya.

Selain Anggiat dan Musaffar diskusi ini juga menghadirkan pemateri lainnya, yaitu Ketua Badan Promosi Pariwisata Provinsi Sulsel Andi Januar Jaury Darwis dan Deputi RCEO Bank Mandiri Wilayah Sulawesi-Maluku Tonggo Marbun. (***)


div>