SENIN , 23 JULI 2018

Belum Ada Tanda-tanda Ekspor Nikel Perdana di Bantaeng

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 25 Juni 2018 09:26
Belum Ada Tanda-tanda Ekspor Nikel Perdana di Bantaeng

Tidak ada aktifitas di kawasan smelter Kabupaten Bantaeng. Foto: Jejeth/RakyatSulsel

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Sampai sekarang, ekspor nikel perdana yang dijanjikan oleh Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah (NA) pada tanggal 5 mei 2018 pada saat debat Pilgub pada rakyat Sulsel belum menemukan kejelasan dan bahkan terkesan hanya dijadikan sebagai alat pencitraan.

Bahkan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian juga belum mengetahui kapan nikel tersebut akan diekspor. Padahal informasi tersebut harusnya sebagai Kepala Dinas dia dapat atau mencari informasi tentang ekspor nikel.

” Saya belum tahu ini ( kapan ekspor nikel), kita belum komunikasi ini dengan pihak perusahaan. Yang jelasnya itu bahan bakunya sudah dibongkar dan saya tidak bisa beri keterangan kapan rencananya smelter akan melakukan ekspor nikel,” kata Samsuri, minggu (24/6) kemarin.

Sementara itu, salah satu Mahasiswa asal Kabupaten Bantaeng, Yudha Jaya, menganggap bahwa nantinya smelter tersebut akan bernasib sama dengan pengalengan ikan yang sudah terbengkalai.

“nasib smalter Bantaeng tidak jauh dengan nasib pengalengan ikan yang tentunya sekedar bahan pencitraan,” jelas mahasiswa dari Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Swasta di Makassar ini.

Yudha juga berharap kepada Nurdin Abdullah agar terbuka kepada masyarakat Sulsel khususnya masyarakat Bantaeng. Tentang apa alasannya yang sampai sekarang belum melakukan ekspor seperti yang dijanjikan.

“Nurdin Abdullah sebagai Bupati Bantaeng harus terbuka atau transparansi kepada masyarakat Bantaeng berdasarakan memorandum of understanding (MOU) atau perjanjian antara pemda bantaeng dengan investor asing terkait maksud dan tujuan kawasan industri bantaeng (KIBA) di kecamatan pa’jukukang. (*)


div>